Belajar Budidaya & Ternak Bersama

Cara Mencangkok Pohon Alpukat Dalam 7 Langkah

Buah Alpukat merupakan buah yang lezat untuk berbagai campuran makanan dan minuman. Tentu akan menjadi kesenangan tersendiri jika Anda bisa membudidayakan di pekarangan Anda. Untuk itu, di artikel ini Anda akan mendapatkan informasi mengenai cara mencangkok pohon alpukat.

Sekilas Tentang Buah Alpukat

Alpukat ini memiliki kandungan lemak tinggi, yaitu 20 kali lebih tinggi dibanding buah lainnya. Nama ilmiah tanaman alpukat adalah Persea americana. Pohon ini berasal dari Amerika Tengah, kemudian dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda ke Nusantara sekitar tahun 1920-1930. Tujuan Belanda membawa alpukat ke Indonesia adalah untuk pemenuhan kebutuhan lemak masyarakat yang tinggal di pegunungan.

Sebuah alpukat dengan berat 50 gram mengandung 80 kalori, 8 gram lemak, 4 gram karbohidrat dan 1 gram protein. Kandungan lain dari buah alpukat ini antara lain berbagai vitamin yaitu vitamin C, B6, E dan K serta mineral  seperti magnesium dan potasium.

Manfaat Alpukat Bagi Kesehatan

Sebelum ke pokok bahasan mengenai cara mencangkok pohon alpukat, sebaiknya Anda ketahui dulu manfaat alpukat bagi kesehatan. Berikut ini beberapa diantaranya;

  • Menjaga Kesehatan Jantung

Alpukat telah lama dikenal baik untuk kesehatan jantung. Tingginya kadar lemak tak jenuh dalam alpukat dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. 

Jika Anda kelebihan berat badan, tambahkan alpukat ke dalam sajian harian Anda untuk membantu memperbaiki kadar kolesterol LDL sehingga Anda terhindar dari risiko penyakit jantung.

  • Mengurangi Risiko Gangguan Metabolik
Baca Juga:  Cara Pemupukan Tanaman Alpukat Baru Tanam

Sebuah penelitian di Nutrition Journal (2013) menunjukkan bahwa alpukat memiliki sifat yang sangat baik yang mengurangi risiko sindrom metabolik. 

Sindrom metabolik ini meningkatkan risiko Anda terkena masalah kesehatan seperti stroke, penyakit arteri, dan diabetes.

Lemak tak jenuh dalam alpukat juga dapat membantu menghentikan resistensi insulin dan mengontrol kadar gula darah. 

  • Mencegah cacat lahir pada janin

Alpukat mengandung folat  yang merupakan zat gizi untuk mencegah bayi lahir cacat. Untuk ibu hamil, sebaiknya banyak mengkonsumsi Alpukat, karena selama masa kehamilan, kebutuhan folat akan meningkat untuk mendukung pembentukan sel dan jaringan baru.

  • Menjaga kesehatan mata

Kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin ini sangat penting bagi kesehatan mata untuk menyerap cahaya biru yang berasal dari sinar matahari. Cahaya ini dapat meningkatkan resiko katarak dan degenerasi makula.

  • Menjaga kesehatan kulit

Vitamin C dan vitamin E yang terdapat pada alpukat terbukti sangat baik untuk kesehatan kulit. Vitamin C merangsang produksi lipid dan lemak, lapisan pelindung kulit. Selain itu, vitamin E juga merangsang produksi lemak kulit dan sebum.

Vitamin C dan Vitamin E juga merupakan antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan lingkungan.

  • Mendukung Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Nutrisi yang ditemukan dalam alpukat diyakini memberikan manfaat terkait kanker. Fitonutrien, atau senyawa khusus tanaman, yang terkandung dalam alpukat dikatakan memiliki potensi untuk mencegah kanker dan memperlancar proses terapeutik.Pada saat yang sama, zat ini mempercepat proses penghancuran sel kanker. 

cara mencangkok pohon alpukat
cara mencangkok pohon alpukat

Cara Sukses Mencangkok Pohon Alpukat

Di bawah ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencangkok pohon alpukat;

1. Mempersiapkan Bibit Alpukat

Pilihlah pohon alpukat yang akan menjadi indukan dengan kualifikasi berikut; pohon yang kokoh, buah yang rimbun, daging buah yang tebal dan lezat, dan tahan hama.

Kemudian pilihlah cabang tumbuhan yang tegak lurus terkena sinar matahari. Jangan memilih dahan yang terlalu tua ataupun terlalu muda. 

Baca Juga:  Cara Mengatasi Pohon Alpukat yang Tidak Berbuah

Dahan yang tegak lurus berpengaruh pada proses fotosintesis. Setelah memilih pohon indukan, kerjakan langkah– langkah berikut ini;

Siapkan peralatan berikut ini terlebih dahulu; plastik, tali rafia, pisau tajam, tanah dan pupuk dengan perbandingan 1: 1. 

Kemudian sayat batang dengan cara melingkar di bagian atas dan dasar dengan menggunakan pisau yang tajam sepanjang 10– 15 cm. 

Lalu kupas kulit cabangnya hingga bersih, kemudian sterilkan kambiumnya dengan cara menggosok gosokkan pisau ke cabang yang telah Anda kupas kulitnya tadi. Buang kambium dapat mempercepat pertumbuhan pangkal.

Pada salah satu ujung batang yang telah disayat tadi, ikat dengan plastik dan rafia. Kemudian tarik ujung plastik yang lain ke atas dan isi dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk.

Kemudian padatkan tanah cangkok tadi, dan ikat di bagian ujung dengan tali rafia. Buatlah lubang kecil–kecil pada plastik pembungkus tanah cangkok sebagai ventilasi. 

Sekitar 3-4 bulan, cabang cangkok tadi mengeluarkan pangkal, Anda dapat memotong pangkal cabang kurang lebih 3 centimeter dari cangkokan. 

Kemudian buka plastik penutup cangkokan dan tanam cabang cangkokan tadi di polybag. Letakkan di tempat yang teduh.

Siram 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan air secukupnya. Jangan terlalu banyak. 

2. Proses Penanaman

Setelah proses pembibitan, cara mencangkok pohon alpukat berikutnya adalah proses penanaman. Lakukan langkah berikut ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pisahkan polybag dari bibit cangkokan. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai mengganggu perlengkapan semai dan menyebabkan kehancuran akar.

Lalu, masukkan bibit cangkokan dalam lubang yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Tanam bibit tersebut, kemudian dengan campuran tanah dan pupuk kompos ataupun pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ternak.

Siram dengan air secukupnya saja. Jangan terlalu berlebihan.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Pohon Alpukat yang Tidak Berbuah

3. Penyiraman Tanaman

Setelah proses tadi Anda kerjakan, selanjutnya adalah perawatan tanaman. Anda dapat merawatnya dengan menyiram pohon alpukat Anda 2 kali sehari, pada sore serta pagi hari. Jika sedang hujan, Anda tidak perlu menyiramnya. 

4. Pemupukan Tanaman

Pemupukan dapat Anda lakukan kurang lebih 4 kali dalam satu tahun. Pupuk yang bisa Anda pakai yakni pupuk TSP, pupuk urea, dan pupuk KCI, caranya masukkan ke lubang sedalam 30 centimeter di dekat tanaman.

5. Penggemburan Tanah

Jika tanah sudah tampak padat, Anda dapat menggemburkan tanahnya, kerjakan dengan hati– hati agar tidak membuat kehancuran pada akar tanaman.

Penggemburan juga dilakukan agar tanaman dapat menyerap nutrisi dalam tanah..

6. Pemangkasan dan Penyiangan Tanaman

Pangkas tanaman Anda bila terlihat terlalu lebat, dan banyak cabang– cabang yang mati. Setelah dipangkas, semprotkan fungisida agar tanaman tidak terinfeksi jamur ataupun penyakit. Selain memangkas tanaman Anda, Anda juga perlu untuk menyingkirkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. 

7. Pemanenan Buah Alpukat

Langkah terakhir tentang cara mencangkok pohon alpukat adalah pemanenan buah alpukat. Tanaman alpukat yang ditanam melalui cangkok akan berbuah lebih cepat, yaitu pada 5– 8 tahun.

Buah dapat dipanen sekitar 5– 7 bulan setelah bunga mekar. Namun berhasil tidaknya tergantung pada perawatan Anda terhadap tanaman cangkok Anda.  Demikianlah cara mencangkok pohon alpukat anti gagal, jika Anda lakukan dengan baik. Keuntungan yang dapat Anda peroleh dengan menanam tanaman dengan cara cangkok yaitu, buah yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Selain itu, pohon dapat berbuah dengan lebih cepat.