Belajar Budidaya & Ternak Bersama

Cara Menanam Buah Naga Dari Biji, Mudah dan Terbukti Berhasil

Buah naga termasuk jenis tanaman buah yang saat ini cukup banyak ditanam baik di perkebunan maupun di halaman rumah. Apalagi dengan adanya cara menanam buah naga dari biji memungkinkan siapa saja untuk mengembangbiakkan tanaman ini dengan mudah. Buah yang populer di daerah tropis ini dikenal memiliki citarasa yang lezat dan mudah dipelihara. 

Harga buah naga di pasaran pun cenderung stabil sehingga cukup banyak petani yang memutuskan untuk menekuni penanaman buah naga misalnya menanamnya di sawah atau pekarangan yang khusus hanya menanam tanaman ini. Jika dibandingkan dengan tanaman buah lainnya, buah naga termasuk mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan yang rumit.

Buah naga sendiri terdiri dari 2 jenis yakni buah naga putih dan buah naga merah. Baik putih maupun merah sama-sama memiliki kulit berwarna merah dengan biji-biji halus berwarna hitam.  Perbedaan buah naga putih dengan buah naga merah terletak pada warna daging buah dan rasanya. Buah naga merah memiliki citarasa yang lebih manis sedangkan putih terasa lebih segar.

Cara Menanam Buah Naga Dari Biji

Ada 2 cara yang umum dilakukan untuk menanam buah naga. Pertama adalah menanam dengan cara stek dan dari biji. Jika Anda mencari cara yang mudah dan belum memiliki bibit buah naga, Anda bisa mencoba cara menanam buah naga dari biji. Dengan cara ini, Anda bisa memperoleh banyak bibit sekaligus. Bagaimana cara menanam buah naga mulai dari biji? Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

cara menanam buah naga dari biji
cara menanam buah naga dari biji

1. Menyiapkan Buah Naga Untuk Benih

Siapkan 1 buah naga yang bagus. Anda dapat membelinya di pasar atau toko buah. Belah buah naga tersebut. Keruk bagian dalam buah dengan sendok. Hancurkan dan ratakan di atas wadah datar agar cepat kering. Proses pengeringan sebaiknya dilakukan di piring, bukan kertas supaya tidak lengket. Setelah kering, kumpulkan biji-bijinya. Sementara itu bagian buahnya akan menempel di piring.

Baca Juga:  Jenis-jenis Pupuk Untuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah

Cara lainnya, buah naga yang sudah dikerok dapat dimasukkan ke dalam saringan kemudian ayak sambil dialiri air untuk menghilangkan daging buah dan lendirnya. Setelah itu keringkan dengan cara diangin-anginkan.

2. Proses Menyemai Benih

Siapkan kardus atau kotak kue. Beri alas kapas, tisu, atau kertas koran. Semprot air pada kapas, tisu, atau koran tersebut sampai basah. Setelah itu sebar biji buah naga secara merata di alas tersebut satu per satu supaya tidak saling berhimpitan. Setelah merata, tutup kardus atau kotak tersebut untuk melakukan pelembaban.

Biasanya dalam beberapa hari, biji tersebut akan mulai berkecambah atau bertunas.  Jika tisu atau kertas mulai mengering, semprot dengan sedikit air sampai lembab. Jika ada bintik-bintik hitam di benih atau jamur, cabut benih tersebut kemudian bersihkan. Namun jika tidak memungkinkan, Anda dapat membuang biji tersebut.

Jika semua biji ternyata terkena jamur, berikan sedikit fungisida. Waktu yang diperlukan buah naga untuk mulai bertunas sebenarnya cukup beragam yaitu 3 – 9 hari. Waktu tersebut tergantung dari kualitas benih dan kondisi lingkungan di sekitar benih tersebut. Jika benih sudah bertunas sekitar 1-1,5 cm, bening tersebut dapat dipindahkan ke polybag.

3. Menyiapkan Media Tanam

Sembari menunggu biji tumbuh menjadi tunas atau bibit-bibit baru, Anda dapat menyiapkan media tanam dari campuran tanah lembut dan pupuk kandang. Perbandingan tanah dan kompos adalah 1 : 1. 

Media lainnya yang lebih baik adalah menggunakan tanah, pasir, kompos, dan pupuk kandang. Perbandingannya adalah 1:2:1:3. Setelah bahan-bahan tersebut tercampur, siram media tersebut dengan air sampai jenuh. Diamkan selama kurang lebih 24 jam. Setelah itu, media siap digunakan untuk menanam buah naga.

Baca Juga:  Jenis-jenis Pupuk Untuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah

4. Memindahkan Bibit ke Polybag

Masukkan media tanam ke polybag secukupnya. Setelah itu lubangi sedikit pada media tanam tersebut untuk wadah bibit. Letakkan bibit yang sudah berkecambah tersebut di masing-masing polybag. Usahakan bibit masih terlihat di permukaan. Setiap polybag bisa diisi 1 atau 2 benih. 

Tutup bagian permukaannya dengan sabut kelapa yang sudah dihaluskan atau kokopit. Penggunaan kokopit akan memudahkan bibit untuk cepat tumbuh. Letakkan polybag tersebut di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. 

Setelah 3 hari, biasanya tunas baru sudah mulai bermunculan. Setelah 7-14 hari, bibit akan semakin besar dan mulai terlihat duri-durinya. Di waktu tersebut, bibit sudah siap dipindahkan ke pot yang lebih besar.

5. Memindahkan Bibit Dari Polybag ke Pot

Media tanam yang dapat digunakan untuk bibit yang mulai besar adalah campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang. Pastikan media tanam yang digunakan halus, atau mudah dilalui akar. Masukkan media tanam ke pot besar. Siram sedikit air sampai basah. Tempatkan bibit di tempat yang sudah mulai mendapat cukup banyak sinar matahari misalnya di teras rumah atau pekarangan.

Tips Menanam Buah Naga 

1. Memilih Pot 

Ada beberapa jenis pot yang saat ini banyak dijual di pasaran seperti pot plastik, semen, tanah liat, atau bisa juga dari drum bekas yang dibelah. Namun agar buah naga dapat tumbuh optimal, sebaiknya pilihlah pot dari bahan tanah liat. Alasannya, buah naga memerlukan perubahan suhu drastis dari siang ke malam, khususnya saat proses pembungaan. Makin besar ukuran pot, akan semakin baik. Untuk ukurannya sebaiknya pilihlah pot dengan diameter minimal 50 cm.

2. Menyiapkan Tiang Rambat

Buah naga termasuk jenis tanaman yang memerlukan tiang penopang untuk cabang-cabangnya agar dapat berdiri. Tiang tersebut akan menjadi tempat untuk melilitkan beberapa tanaman buah naga saat penanaman pertama. Pilihlah tiang rambat dari kayu atau besi agar tidak mudah roboh.

Baca Juga:  Cara Pemangkasan Buah Naga Agar Cepat Berbuah

3. Melubangi Bagian Bawah Pot

Jika buah naga ditanam di pot atau polybag besar, beri lubang tambahan di bagian bawah. Hal ini bertujuan agar air bisa segera mengalir ke luar sehingga media tidak terlalu basah. Atau Anda juga bisa memasukkan batu-batu kerikil ke polybag sebelum diberi media tanam. Batu-batu ini akan menjadi penyangga sekaligus mencegah penyumbatan pada lubang drainase.

4. Menempelkan Tanaman Buah Naga ke Tiang Rambat

Selama proses perawatan, pastikan bibit tanaman buah naga menempel di tiang penyangga. Caranya ikat bibit tersebut ke tiang penyangga menggunakan kawat atau tali rafia. Pastikan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang sehingga tidak menghambat pertumbuhan tanaman saat menjadi besar.

5. Merawat Tanaman Buah Naga

Ketika media tanam sudah mulai kering, lakukan penyiraman setiap hari. Lakukan penyulaman jika tanaman tumbuh tidak sempurna. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhannya. Penyemprotan insektisida dan akarisida sebaiknya dilakukan seperlunya atau jika tanaman terserang hama. Sekarang Anda sudah memiliki beberapa bibit buah naga yang diperoleh dari cara menanam buah naga dari biji. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah merawat dan memeliharanya agar dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya nanti dapat berbuah.