Dunia Informasi untuk anda
Durian  

Ini Cara Merawat Bibit Durian Dalam Polybag atau Pot Secara Benar

Suka buah durian dan ingin menanam tanaman durian, tapi tidak mempunyai lahan yang cukup, maka cara tepat yang dapat Anda lakukan adalah dengan menanam bibit pohon durian di dalam polybag atau juga di pot. Ulasan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara merawat bibit durian dalam polybag atau di pot secara benar, agar nantinya tumbuh subur, dan menghasilkan buah yang lebat.

Perhatikan syarat tumbuh tanaman durian

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan dari cara merawat bibit durian dalam polybag adalah memperhatikan syarat tumbuh dari tanaman durian itu sendiri.

  • Tanaman durian tersebut, hanya tumbuh dan berkembang di daerah dengan iklim yang tropis, terutama dengan intensitas cahaya matahari sekitar 40 hingga 50%.
  • Adapun daerah yang cocok untuk tanaman durian tersebut, berada di daerah dengan curah hujan, sekitar 1500 hingga 3500 mm per tahun. Selain itu pastikan suhu yang ada di daerah tersebut, sekitar 23 hingga 30 derajat Celsius.
  • Jenis tanah yang paling cocok, untuk budidaya tanaman durian sendiri, tidak lain jenis tanah andosol, podsolik merah kuning dengan PH 6 – 7, dan juga latosol.

Cara merawat bibit durian dalam polybag

cara merawat bibit durian dalam polybag
cara merawat bibit durian dalam polybag

Adapun cara menanam dan merawat bibit durian di dalam polybag atau juga pot, tidak terlalu sulit. cara merawat bibit durian dalam polybag yang sebaiknya Anda lakukan, yaitu :

1. Proses pembibitan

Dalam hal ini, bibit durian, harus dalam kondisi baik. Untuk memperkuat akar durian, caranya mudah, yaitu campurkan tanah dan pupuk dengan perbandingan 1 : 1, ke dalam karung. Untuk pupuk sendiri, Anda dapat menggunakan pupuk biasa atau juga pupuk kompos.

Baca Juga:  5 Tips Cara Mengatasi Daun Durian Menguning dan Rontok yang Ampuh

Jika sudah dimasukkan ke dalam polybag, kemudian masukkan bibit tanaman ke dalam polybag, karung atau juga pot. Pastikan bibit sudah benar-benar tertanam secara sempurna di dalam tanah.

2. Waktu pembibitan

Tahukah Anda, bahwa waktu yang paling tepat, untuk pembibitan durian sendiri, adalah ketika musim kemarau tiba. Tujuannya tidak lain, agar tanaman tidak memperoleh pasokan air secara berlebih, dan terhindar dari serangan hama.

3. Teknik penyiram untuk merangsang akar  

Untuk proses penyiram bibit durian Anda dapat mencampurnya dengan perangsang akar. Hal ini dilakukan, untuk merangsang akar dan membuat akar durian jadi jauh lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.

Lakukan proses penyiraman tersebut, Selama 7 hari secara berturut turut, terutama pada minggu pertama. Anda dapat mencampurkan 25 ml perangsang akar, dengan 10 liter air. Kemudian lakukan perawatan seperti proses penyiraman umumnya.

Dalam proses penyiraman yang dilakukan kali ini, sebaiknya dilakukan secukupnya, untuk memenuhi kebutuhan air dari tanaman tersebut. Berikan air secukupnya, dan jangan sampai mengenang dalam polybag.

Anda dapat menyiram tanaman tersebut, setidaknya 1 hari sekali. Lain halnya ketika tanaman sudah semakin besar, apalagi jika sudah dipindahkan ke lahan yang lebih terbuka. Anda dapat melakukan penyiraman secara rutin, terutama pada saat musim kemarau. Sedangkan pada musim penghujan, sebaiknya berikan seperlunya, agar tanaman tidak kekeringan.   

4. Pemangkasan cabang

Pada saat tanaman durian, sudah mencapai tinggi kurang dari 50 cm. Sebaiknya pangkas beberapa cabang yang tumbuh dan tidak sesuai dengan proporsi, di bagian batangnya.

5. Berikan tiang penyangga

Pada saat tinggi durian kurang dari 15 cm, sebaiknya siapkan juga tiang penyangga. Anda dapat menggunakan batang dari bambu atau juga kayu. Tujuannya tidak lain untuk menjaga batang utama tanaman durian, tubuh secara tegak dan lurus ke atas.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Pohon Durian Tidak Berbuah

Setelah batang dari bambu atau kayu sudah Anda siapkan, dan dipasang di dekat batang utama. Berikutnya ikat batang durian dengan alat penyangga tersebut. Pastikan ikatan yang diberikan cukup kencang dan kuat, namun masih ada ruang atau rongga untuk bernafas.

Tujuan dari adanya rongga tersebut tidak lain untuk memastikan tanaman tetap dapat tumbuh dengan baik ke arah atas, ketimbang tidak menggunakan penyangga. Karena umumnya, ketika tanaman durian, tidak menggunakan penyangga, maka tanaman akan tumbuh secara tidak teratur, seperti menyerong ke samping. Secara tidak langsung hal seperti ini, mampu menghambat proses tumbuh dari tanaman tersebut.

Apabila tanaman sudah tumbuh tinggi, akan ganti penyangga yang sebelumnya Anda gunakan, dengan penyangga yang jauh lebih kokoh dan lebih tinggi, dibanding sebelumnya. Atau Anda dapat membuat penyangga dengan tinggi, yang sesuai dengan tinggi tanaman tersebut    

6. Tempat simpan tanaman

Pada waktu pembibitan, sebaiknya simpan tanaman durian terbuat di tempat yang teduh, atau tidak terpapar oleh sinar matahari secara langsung. Tapi walaupun demikian, ada baiknya tanaman tetap terkena sinar matahari, setidaknya sekali. Hal ini dilakukan, untuk membuat tanaman menerima asupan nutrisi ari matahari secara cukup. Agar proses tumbuh kembangnya tetap bagus, dan tidak mengalami hambatan. Hingga akhirnya tanaman siap dipindahkan ke dalam pot.

7. Proses penyiangan

Salah satu hal yang jangan lupa Anda lakukan, ketika menanam durian di dalam polybag adakan tetap melakukan penyiangan secara rutin. Tentunya proses ini dilakukan untuk menghindari adanya gulma, atau hama lainnya, yang dapat menyerang tanaman tersebut. Yang tidak banyak orang sadari, gulma yang muncul di sekitar tanaman, dapat menghambat proses pertumbuhan dari tanaman itu sendiri.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah munculnya gulma adalah dengan memasang mulsa organik. Tapi jika tidak ada, Anda dapat menggunakan mulsa plastik.

Baca Juga:  Aneka Penyebab dan Cara Merawat Pohon Durian yang Hampir Mati

8. Pemberian pupuk

Selain proses penyiraman secara teratur, Anda juga harus memberikan pupuk pada tanaman tersebut secara teratur. Adapun jenis pupuk yang sebaiknya diberikan adalah jenis NPK, POC atau juga dolomit. Anda juga dapat memberikan pupuk kompos atau juga pupuk kandang, atau pupuk organik lainnya. Pastikan untuk tidak memberikan pestisida.

Waktu pemberian pupuk ini sendiri, sebaiknya dilakukan setidaknya 2 hingga 6 bulan sekali. Proses pemberian pupuk ini sendiri tergantung dari jenis pupuk yang akan digunakan. Anda dapat memberikannya sesuai dengan takaran yang ada di kemasan pupuk.

9. Memangkas daun kering

Apabila terdapat daun yang sudah kering, sebaiknya potong daun tersebut. Lantaran daun tersebut, mampu menghambat pertumbuhan durian. Jika hal ini terus dibiarkan, akan berdampak buruk, dan membuat tanaman durian jadi mati. Apalagi tanaman tersebut masih kecil, atau dalam kondisi masih menjadi bibit.

9. Obat-obatan

Selain memberikan pupuk secara rutin, Anda juga dapat memberikan beberapa jenis obat, untuk merangsang pertumbuhan tanaman durian, jadi semakin baik. Adapun obat yang dapat Anda gunakan, selain obat untuk merangsang pertumbuhan akar yaitu, obat untuk memperkuat tanaman, mempercepat pertumbuhan daun, bunga dan buah, dan yang lainnya.  

10. Jika terjadi angin kencang

Hal lain yang juga penting Anda perhatikan adalah angin. Pastikan tanaman berada di tempat yang tepat dan aman. Karena ketika terjadi angin yang cukup kencang, akan membuat tanaman atau dalam hal ini bibit durian, yang ada di dalam polybag, jadi ambruk atau bahkan hancur. Demikianlah beberapa ulasan, tentang bagaimana cara merawat bibit durian dalam polybag atau juga pot, yang perlu Anda perhatikan. Semoga dengan adanya ulasan kali ini, membuat Anda tidak lagi kebingungan untuk menanam tanaman durian dengan baik.