Dunia Informasi untuk anda
Jagung  

Analisa Kebutuhan Bibit Benih Jagung Per Hektar

Dalam pembudidayaan jagung, benih merupakan elemen terpenting yang harus Anda perhatikan secara saksama. Kalau sampai salah memilih dari awal, tanaman tak akan tumbuh maksimal dan mengakibatkan kegagalan panen. Untuk itu persiapan harus dilakukan sematang mungkin, termasuk analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar.

Ya, Anda tak bisa menanam benih jagung sembarangan walau memiliki lahan perkebunan luas. Maka dalam artikel ini kita akan membahas ciri benih yang bagus, perhitungan benih jagung yang sebaiknya ditanam, hingga tips memilih benih yang layak dibudidayakan.

Mengenal benih jagung yang bagus

Analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar
Analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar

Sebelum memulai analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar, Anda perlu mengenal jenis-jenis jagung yang ditanam di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah jagung manis (sweet corn), jagung gigi kuda (dent corn), jagung mutiara (flint corn), dan jagung berondong (popcorn). Ada juga jagung ketan (waxy corn) yang mengandung amilopektin yang cukup besar.

Lalu, faktor apa saja yang sebaiknya Anda ketahui saat memilih benih jagung? Ketika menyeleksi benih, pastikan sumbernya berasal dari tanaman induk yang baik. Dalam hal ini, tanaman induk jagung harus mempunyai sifat genetik yang bagus dan bebas penyakit. Adapun ciri-ciri fisik benih jagung yang layak ditanam mencakup:

  • Ukuran, warna, dan bentuknya seragam. Artinya, bentuk benih harus bulat, tak ada yang lonjong atau pipih. Begitu pula dengan ukurannya yang sama besar dengan warna yang kuning tanpa ada bercak putih atau warna lain yang mencurigakan;
  • Permukaan bersih dan mengilat. Dalam analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar, memeriksa permukaan benih juga tak boleh Anda lewatkan di tahap awal. Pastikan tak ada benih yang kotor atau keriput, sebab ini jadi pertanda benih dipetik sebelum waktunya;
  • Tak tercampur hama atau kotoran. Entah itu tanah, biji rumput, atau biji rumput, benih jagung yang bagus sebaiknya tak tercampur kotoran atau hama. Karena kalau tersentuh, kualitas benih jagung akan turun drastis;
  • Kadar air rendah. Ciri benih bagus dan bisa dihitung untuk analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar berikutnya adalah kadar air rendah. Hal ini menandakan benih jagung sudah melewati masa istirahat yang cukup, tetapi juga belum menyentuh kedaluwarsa;
  • Punya lembaga dan cadangan makanan cukup. Saat masih di tahap pertumbuhan, sebaiknya jagung memiliki lembaga dan cadangan yang cukup untuk memproduksi lembaga menjadi tanaman muda yang bagus.
Baca Juga:  Cara Membuat Racun Rumput Pada Tanaman Jagung

Pemeriksaan benih jagung akan lebih optimal dan akurat saat Anda melakukannya langsung di tempat penjualan bibit. Jika memungkinkan, cek benih yang belum benar-benar dikemas. Memang bukan hal mudah karena tak semua pemilik toko bersedia mengizinkan Anda melakukan hal tersebut. Namun, kalau mereka memang penjual profesional, seharusnya Anda bisa memeriksa benih tanpa sensor sama sekali.

Menghitung kebutuhan benih jagung per hektar

Analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar dipengaruhi sejumlah faktor. Diantaranya jenis varietas yang dibudidayakan, faktor luas tanam, hingga jarak tanaman. Kemudian, penentuan benih sejak awal dengan mengenali ciri-cirinya di atas akan sangat menentukan pemakaian benih oleh petani, sebab penanaman jagung tak menggunakan penyaluran.

Sebagai gambaran dalam perhitungan kebutuhan benih jagung, mari kita jelaskan melalui ilustrasi berikut. Kebutuhan benih didasarkan pada luas lahan yang ditanam dengan populasi tanaman per hektar (Ha). Lalu, jumlah benih yang umumnya dipakai adalah 18-19 benih jagung per hektar dengan jarak tanam antara 75 cm x 40 (dua tanaman per lubang) atau 75 cm x 20 (satu tanaman per lubang).

Untuk analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar, Anda bisa cek perhitungannya berikut ini:

Luas lahan perkebunan x populasi per hektar

Kebutuhan benih = daya kecambah (%) x bobot benih x 10.000

Contoh untuk luas lahan: 600 m2. Daya kecambah: 90%. Bobot benih jagung = 250 gram per 1.000 biji. Populasi per hektar (Ha): 70.000 tanaman

Kemudian, kalau Anda memakai jarak tanam 75 cm x 20 cm benih per lubang berarti:

6.000/10.000 x 100/90 x 70.000 x 250/1.000 = 9.450 gram atau sekitar 9,5 kilogram per hektar.

Tips memilih benih jagung yang layak dibudidayakan

Untuk memaksimalkan analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar, pemilihan benih yang di tahap awal perlu dilakukan secara hati-hati. Anda dapat memilih jagung yang dikembangkan pihak pemerintahan maupun swasta. Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda cek untuk mendapatkan benih jagung yang dapat menghasilkan panen bagus dan bernilai jual tinggi:

Baca Juga:  Cara Menanam Jagung Agar Buahnya Besar


1. Daya tumbuh kuat dan seragam

Bukan tanpa alasan Anda harus memilih benih jagung yang dari segi ukuran, warna, dan bentuknya seragam. Faktor-faktor ini yang akan membuat jagung tumbuh lebih kuat dan memberikan hasil yang seragam. Selain itu, jagung cenderung tahan akan serangan hama dan penyakit.

Selain daya tumbuh kuat dan seragam, sejumlah petani juga kadang mencari benih yang cepat panen (genjah). Dibantu analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar, benih yang genjah akan lebih mudah dirawat, sehingga biaya panen lebih terjangkau.

2. Menghasilkan produktivitas tinggi

Seperti apa benih jagung yang menghasilkan produktivitas tinggi? Benih jagung dikatakan unggul atau baik kualitasnya saat mampu menghasilkan lebih dari 10 ton jagung pipil kering ker hektar. Akan tetapi, Anda juga harus memperhatikan faktor lain seperti kualitas fisik dari jagung tersebut.

Parameter lain yang menunjukkan benih jagung mampu memberikan produktivitas tinggi meliputi tongkolnya yang besar. Konversi rendemennya pun harus mencapai 85%. Karena semakin besar ukuran tongkolnya, semakin besar jagung pipil yang dihasilkan.

3. Tahan terhadap serangan penyakit

Analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar yang dilakukan dengan tepat memang membantu Anda menekan risiko penularan penyakit pada tanaman. Meski begitu, Anda juga harus memastikan benih tahan terhadap risiko tersebut sejak awal. Tujuannya agar jagung tak sering sakit.

Untuk mengetahui toleransi jagung terhadap penyakit, Anda bisa menanamnya dulu dan melihat demplotnya. Kalau aman dari serangan hama seperti bulai, maka jagung bisa dibuat menjadi benih. Jika Anda membeli benih di toko, jangan terlalu percaya iming-iming anti serangan bulai juga.

4. Sesuai dan memenuhi kebutuhan pasar

Ketika melakukan analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar, pertimbangkan juga apakah hasilnya akan diminati pasar. Karena kalau Anda memakai benih yang tak mampu memenuhi target pasar, panen juga tak akan memuaskan dan cenderung merugikan.

Baca Juga:  Cara Membuat Racun Rumput Pada Tanaman Jagung

Tak ada salahnya menggunakan benih jagung yang sedang digemari pasar, terutama kalau Anda tergolong pemula. Selain itu, mengikuti pola kemitraan atau kerja sama akan menyelamatkan Anda dari sejumlah risiko. Salah satunya fluktuasi harga. Demikian informasi seputar analisa kebutuhan bibit benih jagung per hektar dan memilih benih yang layak dibudidayakan. Mudah-mudahan membantu Anda menghasilkan panen yang bagus dan laris!