Dunia Informasi untuk anda
Jagung  

Cara Menanam Jagung Agar Buahnya Besar

Apakah Anda memiliki lahan kosong yang tidak terpakai? Jika iya, Anda bisa memanfaatkan lahannya untuk berkebun seperti menanam jagung. Menanam jagung memang membutuhkan ketelatenan, namun aktivitas ini juga bisa Anda jadikan hobi di sela-sela pekerjaan lainnya. Tanaman jagung umumnya dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, hanya saja untuk hasil maksimum ada beberapa syarat budidaya tanaman jagung. Lantas bagaimana cara menanam jagung agar buahnya besar dan segar? Mari simak ulasan berikut!.

Tips : 10 Cara Menanam Jagung Agar Buahnya Besar

cara menanam jagung agar buahnya besar
cara menanam jagung agar buahnya besar

1. Menyeleksi Benih

Menanam jagung dimulai dari tahap penyeleksian benih, hal ini penting dilakukan agar hasil tanaman yang diperoleh memiliki kualitas dan berbuah banyak serta besar. Oleh sebab itu, dalam proses penanaman jagung menyeleksi benih amatlah penting, pastikan benih jagung yang dipilih dari jagung yang sehat dan tidak terserang hama, serta memastikan benih yang diperoleh dari varietas jagung unggulan.

2. Menyiapkan Lahan dan Lubang Tanam

Jika sudah memutuskan bibit jagung yang akan ditanam, selanjutnya Anda perlu menyiapkan lahan. Lahan tanam memang perlu diolah sebelum Anda menanam jagung. Hal ini berguna agar produk jagung dapat diperoleh lebih baik serta berkualitas tinggi. Selain itu, berikan kapur atau lakukan pengapuran untuk menurunkan tingkat keasaman tanah. Pastikan tanah yang akan digunakan sebagai lahan tanaman jagung memiliki tingkat keasaman antara 5.5 dan 7.0.

Apabila Anda sudah menyiapkan lahan, pastikan juga membuat lubang tanam yang tepat untuk meletakkan benih jagung. Lubang menanam biji jagung biasanya memiliki kedalaman kurang lebih 5 cm. Perlu ingat, penting bagi Anda memberikan jarak antara lubang tanam, yaitu 50-70 cm. Hal ini berguna agar pertumbuhan benih jagung bisa berjalan dengan baik.

3. Penanaman Jagung

Apabila Anda baru pertama sekali menanam jagung, mestinya tahap penanaman diawali saat musim hujan. Hal ini berguna agar benih jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan proses pengairan pun berjalan dengan lancar. Meski begitu, Anda tetap bisa melakukan penanaman jagung saat musim kemarau. Namun jika menanam jagung saat musim kemarau, Anda harus rutin melakukan pengairan sebab pengairan sangat penting di awal proses penanaman benih jagung. Dengan begitu  benih jagung yang ditanam dapat tumbuh secara maksimal dan berbuah besar.

Untuk teknik penanaman benih jagung bisa dilakukan dengan cara menanam satu butir benih jagung di setiap lubang tanam. Setelahnya tutup lubang tanam menggunakan pupuk kompos dan siram dengan air yang cukup. Hal ini bertujuan agar benih jagung yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.

4. Proses Pengairan Lahan

Proses pengairan lahan tanaman jagung bisa dilakukan dengan cara penggenangan. Sisi lahan yang menampung air biasanya berguna sebagai drainase. Sehingga pengairan lahannya cukup dengan menyalurkan air melalui drainase yang telah dibuat. Air yang disalurkan ini bisa didiamkan sampai menyerap ke bilikan tanah. Apabila lahan tanah tanaman jagung sudah dalam kondisi basah, maka Anda hanya perlu mengalirkan air melalui aliran drainase. 

Baca Juga:  Cara Membuat Racun Rumput Pada Tanaman Jagung

Selain itu, ada juga metode menanam buah jagung dengan memanfaatkan sistem kubangan, mode jalur, pengairan sisi bawah permukaan, sistem tetes air dan lainnya. Banyaknya metode menanam jagung dengan beragam proses pengairan, tentu membuat Anda lebih mudah menyesuaikan pemilihan pengairan sesuai lahan tanam jagung yang dimiliki.

5. Penyulaman Tanaman

Cara menanam jagung agar buahnya besar selanjutnya ialah dengan teknik perawatan jagung penyulaman. Teknik penyulaman ini biasanya akan dilakukan pengujian terhadap bibit jagung dalam kurun waktu satu pekan. Tahap pengujiannya ini bertujuan untuk memastikan bibit jagung tumbuh dengan baik dan berada dalam kondisi normal. Dengan adanya penyulaman tanaman tentu Anda bisa memastikan tanaman jagung dalam kondisi baik dan terbebas dari hama.

6. Penyiangan dan Pembubuhan

Apabila tanaman jagung sudah berumur dua minggu atau lebih sejak periode penanam pertama, maka saatnya Anda membersihkan rumput liar atau gulma yang telah meninggi. Biasanya gulma ini berada di sekitar tanaman jagung dan sangat mengganggu pertumbuhan tanaman jagung. Oleh sebab itu, Anda perlu membasmi gulma dengan menggunakan cangkul kecil, mencabut dengan tangan atau dengan menggunakan racun gulma alami yang dibuat sendiri. selanjutnya berilah pupuk secukupnya agar pertumbuhan tanaman jagung menjadi lebih cepat.

7. Proses Penyiraman

Proses penyiraman tanaman jagung perlu dilakukan saat memasuki musim kemarau. Hal ini berguna untuk menjaga kelembaban tanah agar tidak kekurangan air. Dengan adanya air yang cukup tentu perkembangan tanaman jagung menjadi lebih maksimal. Pastikan Anda menyiram air hingga membasahi 5cm permukaan tanah setiap minggunya. Hindari menyiram tanaman jagung diatas tunas karena dapat menimbulkan masalah jamur. Siramlah tanaman jagung di dekat permukaan tanah agar daun-daun jagung tetap dalam kondisi kering.

8. Pemupukan Tambahan

Cara menanam jagung agar buahnya besar ialah dengan memberi pupuk yang tepat. Pemupukan tanaman jagung sebenarnya sudah dilakukan pada tahap awal yaitu pada tahap penyiapan tanah dan penanaman benih jagung. Meski begitu, pemupukan harus dilakukan lagi saat tanaman jagung mencapai umur dua bulan.

Hal ini berguna agar tanaman jagung bisa dipanen dengan hasil yang melimpah dan besar. Oleh sebab itu, dikatakan proses pemupukan sangat penting guna mengembalikan elemen hara tanah seperti fosfat, kalium serta nitrogen. Untuk memaksimalkan pemupukan tambahan ini, Anda juga bisa memanfaatkan pupuk organik atau pupuk buatan guna menyuburkan tanah.

9. Penanggulangan Hama

Hama atau penyakit memang sering menyerang berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman jagung. Perlu diketahui, tanaman jagung bisa terserang oleh berbagai hama dan penyakit seperti cacing kabel, cacing telinga jagung, kumbang kutu, hingga penggerek jagung. Selain itu, ada juga tikus dan hewan lainnya yang berpotensi menyerang tanaman jagung. Oleh sebab itu, penting bagi Anda menggunakan perangkat atau pagar untuk mengusir hama tersebut. 

Gagung memang sangat rentan terhadap penyakit jamur api penyakit bakteri. Apabila jagung terserang jamur api maka akan mengubah biji jagung menjadi abu-abu atau bahkan hitam. Jika hal tersebut terjadi, segara hancurkan tanaman jagung yang terkena jamur api tersebut. Pastikan Anda tidak menanam jagung kembali di lubang yang sama sampai dua tahun karena spora jamur api bisa bertahan hidup dalam tanah cukup lama.

10. Pemanenan

Apabila tanaman jagung milik Anda sudah terbebas dari hama penyakit dan sudah tumbuh dalam kondisi normal. Maka tibalah proses terakhir yaitu pemanenan buah jagung. Pemanenan buah jagung biasanya dilaksanakan saat tanaman jagung memasuki hari ke 65-100 hari sejak masa tanam biji atau benih jagung yang dibudidayakan. Untuk memanen buah jagung cukuplah mudah yaitu dengan cara memutar sisi tongkol jagung agar buah jagung terpisah dengan bagian batangnya.

Baca Juga:  Analisa Kebutuhan Bibit Benih Jagung Per Hektar

Itulah ulasan singkat terkait cara menanam jagung agar buahnya besar dan segar. Demikianlah semoga ulasan diatas dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi Anda yang ingin membudidayakan jagung manis dan super besar.

Komoditas Jagung

Salah satu komoditas pangan selain padi adalah jagung, yang juga berperan sebagai pengganti makanan pokok beras. Termasuk di Indonesia yang sebagian besarnya bermata pencaharian sebagai petani. Perdagangan produk pertanian jagung dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan.

Maka dari itu petani selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas terbaik dari tanaman jagung. Dengan kualitas yang bagus harga pasar pun juga akan sebanding kecuali terdapat beberapa faktor yang menyebabkan harga pasar menurun. 

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tanaman jagung adalah terletak pada kecukupan pemenuhan unsur hara pada lahan yang ditanami jagung. Namun, tidak semua tanah memiliki kesuburan yang cukup akan unsur hara yang dibutuhkan jagung. Dari sinilah perlu dipenuhi lagi nutrisinya lewat proses pemupukan.

Industri Olahan Jagung

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bagaimana pemupukan jagung perlu Anda ketahui apa saja industri olahan jagung yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat banyak sekali manfaat yang dihasilkan oleh tanaman jagung mulai dari batang pohon, buah, sampai dengan daunnya. Beberapa olahan jagung tersebut dibagi menjadi :

  1. Bagian Batang diproduksi menjadi : Pulp, Kertas, Bahan Bakar
  2. Bagian Buah :
  3. Bagian pada Kulit Kelobot dapat diproduksi menjadi Pakan, pupuk Kompos, dan Industri Rokok
  4. Jagung Pipilan :
  5. Grit diolah menjadi Pakan, Pangan, Pop Corn, Puff Corn
  6. Tepung untuk Pakan, Pangan, Bahan Baku Industri
  7. Pati untuk Pakan, Pangan, Bahan Baku Industri, Gula Rendah Kalori, Sirup
  8. Lembaga dipakai untuk Minyak
  9. Kulit Ari sebagai Bahan Baku Industri
  10. Tongkol : Pakan, Kompos, Bahan Bakar, Pulp, Arang, Tepung (Bahan Baku Industri), Pentosa (Bahan Baku Furfal)
  11. Rambut:
  12. Bagian Daun diproduksi menjadi : Pakan dan Kompos

Begitu banyak manfaat dari tanaman jagung di berbagai sektor industri. Tidak tertinggal juga jagung telah direkayasa genetika sebagai penghasil bahan farmasi. Jadi, memang sudah sepatutnya menjadikan jagung sebagai pengisi sebagian besar lahan pertanian dan industri di Indonesia. Namun, perlu diketahui juga jagung merupakan tanaman semusim biasanya untuk satu siklus hidupnya berkisar antara 80 – 150 hari,  varietasnya pun juga beragam.

Tidak sebatas itu nyatanya jagung yang menjadi sumber karbohidrat telah menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Di Indonesia misalnya Madura dan Nusa Tenggara jagung juga menjadi sumber pangan pokok. 

Cara Memilih Benih Jagung

cara pemupukan jagung yang benar
cara pemupukan jagung yang benar

Setelah Anda mengetahui industri olahan jagung yang begitu banyak, selanjutnya perlu diketahui juga bagaimana cara memilih benih jagung yang unggul. Karena banyaknya benih yang beredar di pasaran terdapat pula petani yang memang memproduksi secara mandiri benih jagung. 

Terdapat beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih varietas jagung antara lain yaitu:

  • Kesesuaian tanah yang akan ditanami dan iklim
  • Kemasaman tanah, daya toleransi terhadap hama
  • Pola tanam
  • Kesukaan petani terhadap karakter jagung seperti warna, umur tanaman

Berikut adalah beberapa jenis benih yang biasa dipilih

1. Benih Lokal

Jenis benih ini masih banyak dipilih oleh petani karena beberapa alasan seperti harganya yang lebih murah, mudah didapatkan, masih diproduksi oleh petani. Namun, produktivitas benih lokal ini masih sangat rendah 1,5 – 2 ton per hektar. Jika menginginkan benih yang lebih bermutu maka juga harus siap dan berani dengan harga yang jauh lebih mahal.

Baca Juga:  Analisa Kebutuhan Bibit Benih Jagung Per Hektar

2. Benih Komposit

Benih jagung jenis komposit ini merupakan benih unggul yang berasal dari benih bersari bebas. Dapat digunakan berulang antara 3-4 kali. Selain itu produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan benih lokal 7-8 ton per hektar. Meskipun kurang responsive dengan pemupukan namun lebih adaptif  dengan kondisi tanah yang masam dan kekeringan.

3. Benih Hibrida

Benih hibrida terdiri dari 2 jenis : hibrida silang tunggal dan hibrida 3 jalur. Jenis benih ini juga termasuk ke dalam jenis benih yang unggul yang hanya dapat digunakan sekali saja. Potensi produktivitasnya 10-12 ton per hektar. Lain halnya dengan benih komposit jenis hibrida lebih responsif terhadap pemupukan. Selain itu umurnya juga lebih pendek. 

Ciri-ciri Benih Jagung yang Bermutu

Diantara ciri-ciri benih jagung dengan kualitas yang baik bisa dikenali lewat:

  • Bentuk, ukuran dan warna yang seragam yaitu bentuknya bulat semua, ukuran tidak berbeda ada yang besar/kecil.
  • Permukaan bersih dan mengkilat tidak keriput
  • Kadar air rendah dan sudah diistirahatkan yang cukup
  • Terakhir tidak tercampur dengan kotoran (tanah, biji rumput, dan lain sebagainya) atau terdapat benih jagung yang kosong

Dapat dikatakan benih tersebut bagus berasal dari tanaman atau bibit induk yang baik, bentuk dari fisiknya baik berasal dari genetika induk yang baik serta tidak terdapat penyakit di dalamnya.

Tips Cara Memupuk Jagung yang Benar

Perihal cara pemupukan jagung yang benar akan Kita bahas sebagai berikut! Tanaman jagung membutuhkan unsur-unsur hara makro dan mikro. Antara lain : Nitrogen (N) menjadikan tanaman lebih hijau dan cepat tumbuh serta menambah protein, Phosphor (P) yang dapat memacu pertumbuhan akar, Kalium (K) yang membantu penyerapan air dan unsur hara, Magnesium (Mg), Sulfur (S), dan unsur lainnya.

  1. Jagung dengan umur 7-10 hst biasanya daun berjumlah 3 helai untuk kegiatan yang harus dilakukan pemberian Phonska + ZA dengan dosis 250kg+150kg (tugal dan ditutup)
  2. Umur 10 hst berikan Alika (obat hama, bisa diganti insektisida lain) + Amistrotop (obat jamur busuk)+PPC (pupuk pelengkap cair) dengan 15cc/tangki (16liter)+10cc/tangki, PPC, gunakan nozzle kabut
  3. Umur 10-12 hst Aplikasi Carbofuran, 18-20kg/Ha taburkan pada titik tumbuh (contong daun)
  4. Umur 12-15 hst Herbisida Selektif dengan Calaris untuk gulma non grintingan, dosisnya 1.5 liter Ha + Nozzle kipas
  5. Umur 20 hst pemberian Alika+Amistartop dan PPC dengan dosis sama seperti jagung berumur 10 hst
  6. Umur 20-25 hst pemberian Phonska+Urea dan KCL, 250 kg+100kg+50kg (tabur dan bumbun/tugal)
  7. Umur 35 hst pemberian Alika+Amistartop dan PPC dengan dosis sama seperti jagung berumur 10 hst
  8. Umur 40-45 hst pemberian Urea sebanyak 250kg (tabur dan bumbun)
  9. Umur 44 hst pemberian Gramoxone 150cc/tangka, lakukan penyemprotan pada gulma di bawah tanaman dengan sungkup
  10. Umur 45 hst pemberian Alika+Amistartop dan PPC dengan dosis 15cc/tangki (16liter)+10cc/tangki, PPC, dan gunakan nozzle kabut.

Itulah ke-10 cara pemupukan jagung yang sesuai untuk mendapatkan hasil jagung yang optimal dan menghasilkan produktivitas sesuai target yang Anda harapkan. Melalui kesepuluh kegiatan atau cara pemupukan di atas Anda dapat mempraktekkannya pada tanaman jagung yang sedang dirawat atau hendak ditanam.   Demikian beberapa ulasan mengenai cara pemupukan jagung yang benar, lakukan sesuai dengan dosis pemupukan jagung yang telah dianjurkan. Semoga bermanfaat. Terimakasih