Belajar Budidaya & Ternak Bersama
Jeruk  

Perbedaan Jeruk Purut Jantan dan Betina

Jeruk purut, buah yang satu ini sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Terlepas dari namanya yang sering dikaitkan dengan sebuah tempat pemakaman di Jakarta, jeruk purut sebenarnya memiliki banyak manfaat yang dapat dioptimalkan. Namun sebelum menggunakannya, Anda harus tahu dulu perbedaan jeruk purut jantan dan betina.

Mengapa demikian? Karakteristik jeruk purut jantan dan betina berpengaruh pada fungsi dan benefit pemakaiannya. Begitu pula saat Anda akan membudidayakannya. Berikut adalah penjelasan lengkap yang diharapkan membantu Anda mengenali jeruk purut sebelum memakai dan mengkonsumsinya.

Bagaimana membedakan jeruk purut jantan dan betina?

Jeruk purut (Citrus hytrix) merupakan salah satu varian jeruk dengan tekstur kulit luar berkeriput dan tebal. Namun, perbedaan jeruk purut jantan dan betina tak terletak pada bagian luarnya saja. Buah yang tinggi akan kandungan vitamin C ini mempunyai karakteristik yang harus Anda amati secara teliti untuk memisahkan mana yang jantan dan betina.

Setidaknya ada tiga faktor yang membantu Anda membedakan jeruk purut jantan dan betina, yaitu:

1. Tingkat keasaman

Pernahkah Anda mencoba jeruk purut dengan tingkat keasaman berbeda? Jangan panik dulu! Keasaman pada buah ini justru menjadi salah satu faktor yang membantu Anda mengenali mana jeruk purut jantan dan betina.

Jeruk purut jantan cenderung mempunyai rasa asam yang lebih kuat dibandingkan yang betina. Perbedaan jeruk purut jantan dan betina ini pun memudahkan Anda memakai jeruk sesuai rasanya.

2. Bulatan di bawah jeruk

Kalau Anda tak mau kerepotan mencicipi tingkat keasaman, coba cek bagian bawah jeruk purut. Seperti beberapa buah, terdapat sejumlah tanda di bagian luar jeruk purut yang dapat dijadikan indikator jenis kelaminnya. Salah satunya bulatan di bagian bawah buah.

Baca Juga:  Mengenal Lebih dalam Perbedaan Jeruk Purut dan Jeruk Limau

Pada jeruk purut jantan, terdapat bulatan yang ukurannya kecil. Sementara jeruk purut betina mempunyai bulatan yang cenderung lebih besar. Lebih mudah mengenalinya, bukan?

3. Tekstur kulit jeruk purut

Perbedaan jeruk purut jantan dan betina yang ketiga dapat Anda cek melalui tekstur kulitnya. Jika Anda menemukan jeruk purut yang kulitnya tebal dan keras, bisa dipastikan ini adalah jeruk jantan. Sementara jeruk purut betina mempunyai tekstur yang lebih lembut.

Dengan mengenali tekstur kulit jeruk, Anda juga bisa menentukan jeruk purut mana yang bisa langsung dipakai dan disimpan. Dalam hal ini, jeruk purut jantan memiliki ketahanan yang lebih baik.

Apa saja manfaat menggunakan jeruk purut?

perbedaan jeruk purut jantan dan betina
perbedaan jeruk purut jantan dan betina

Sudah tak kebingungan lagi membedakan mana jeruk purut jantan dan betina? Berarti, Anda juga lebih mudah mengoptimalkan fungsinya. Jika digunakan dengan tepat, jeruk purut dapat memberikan manfaat-manfaat seperti:

  • Mengurangi bau mulut. Seperti yang disinggung, keasaman menjadi salah satu perbedaan jeruk purut jantan dan betina. Kendati demikian, rasa asam pula yang membantu Anda untuk menghilangkan bau mulut. Disitat dari Uscitrus, sejumlah ilmuwan di Thailand menghasilkan bahan herbal dengan jeruk purut yang terbukti efektif mengurangi bau mulut;
  • Meredakan peradangan. Manfaat selanjutnya yang akan Anda dapatkan dari jeruk purut adalah meredakan peradangan. Beberapa di antaranya adalah rematik, radang sendi, serta asam urat. Caranya pun mudah, yakni tinggal oleskan ekstrak jeruk bersama daun dan minyaknya pada bagian yang sedang meradang;
  • Menangani stres. Masih dari Uscitrus, minyak yang Anda dapatkan dari jeruk purut bisa diolah menjadi aromaterapi untuk menenangkan pikiran. Anda yang mudah mengalami stres dan cemas berlebih pun dijamin akan lebih rileks saat menghirup aromanya. Namun, Anda juga perlu berkonsultasi dengan profesional saat kondisinya tak kunjung membaik;
  • Bahan alami pengusir serangga. Dengan mengenali perbedaan jeruk purut jantan dan betina, Anda dapat mengandalkan jeruk purut jantan untuk mengusir serangga. Rasa asam yang lebih kuat biasanya diikuti dengan aroma yang tak kalah menyengat. Anda dapat mengolahnya menjadi semprotan untuk menangkal serangga seperti nyamuk;
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti buah dalam kelompok citrus lainnya, kandungan vitamin C dalam jeruk purut tergolong tinggi. Beberapa manfaat yang bakal Anda terima mencakup peningkatan sistem kekebalan tubuh dan melindungi kulit dari risiko kerusakan sel berkat antioksidan di dalamnya;
  • Menyegarkan kulit kepala dan rambut. Manfaat lain yang didapatkan setelah tahu perbedaan jeruk purut jantan dan betina adalah mengoptimalkannya untuk menyegarkan kulit kepala dan rambut. Caranya mudah, cukup oleskan jeruk purut ke rambut dan kepala. Kalau dipakai dengan tepat, kandungan di dalamnya akan mengatasi bakteri penyebab ketombe.
Baca Juga:  Ciri – Ciri Pohon Jeruk Santang Madu

Seperti apa cara menanam jeruk purut di rumah?

Mendapatkan jeruk purut bukan perkara sulit. Anda bisa membelinya di pasar tradisional atau memesannya secara online di marketplace. Akan tetapi, ada satu cara lain yang bakal menghemat pengeluaran Anda: menanamnya di rumah. 

Seperti apa cara yang diterapkan untuk menanam jeruk purut? Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Siapkan alat dan media tanam

Selepas mempelajari perbedaan jeruk purut jantan dan betina untuk persiapan budidaya, siapkan peralatan dan media tanam yang diperlukan. Antara lain biji jeruk purut yang siap disemai, pot, tanah gembur, pupuk, jerami, hingga pasir. Pastikan semuanya sesuai takaran.

Pertimbangkan juga apa Anda akan menanamnya langsung di halaman atau memakai pot. Hal ini sangat menentukan cara Anda merawat jeruk purut.

2. Penyemaian dan penanaman biji jeruk

Selepas menyiapkan alat dan media tanam, teruskan dengan penanaman daun jeruk. Dari perbedaan jeruk purut jantan dan betina di atas, Anda bisa menentukan ingin menanam jeruk purut jantan dan betina. Setelah itu, campurkan pasir, tanah, dan pupuk kompos dengan rasio 2:2:1.

Sementara penyemaian dilakukan dengan menyimpan tiga biji dalam gelas khusus. Taruh di sekitar jendela dan diamkan selama seminggu. Saat sudah berkecambah, pindahkan ke pot khusus.

3. Pemeliharaan jeruk purut dalam pot

Pada tahap ini, Anda disarankan menaruh pot jeruk purut di area yang menerima sinar matahari secukupnya. Siram setiap pagi dan sore untuk mencegah tanaman gersang. Lakukan pemupukan minimal dua minggu menggunakan pupuk kandang.

Begitu tanaman mencapai tinggi 60 cm, pangkas bagian dasarnya untuk memaksimalkan tahap pertumbuhan. Potong ranting yang terlihat kurang normal untuk mencegah serangan hama.

Baca Juga:  Cara Merawat Jeruk Santang Madu agar Cepat Berbuah

4. Proses panen atau pemetikan jeruk purut

Begitu tanaman menghasilkan buah berdiameter 1 cm, lakukan penjarangan supaya panen Anda semakin melimpah. Langkah ini biasanya dilakukan pada ranting yang tak mempunyai bakal buah. Kemudian, petik buah jeruk purut yang besar untuk mencegah pembusukan.

Supaya jeruk purut tumbuh normal, pangkas tanaman setelah Anda selesai panen. Tujuannya adalah untuk meremajakan jeruk purut supaya tak cepat mati.

Demikian informasi terkait perbedaan jeruk purut jantan dan betina, termasuk manfaat buah dan kiat menanamnya di rumah. Semoga Anda dapat memaksimalkan penggunaan jeruk purut agar manfaat-manfaatnya terasa optimal dan tahan lama.