Belajar Budidaya & Ternak Bersama
Jeruk  

Sukses Ini Cara Menanam Jeruk Santang Madu di Dalam Pot yang Harus Anda Tahu

Ingin menanam buah jeruk secara mudah, dan pastinya menghasilkan buah yang lebat. Maka yang sebaiknya Anda lakukan adalah menanam buah jeruk santang madu. Yang jarang orang ketahui, untuk membudidayakan jeruk santang madu ini, tidak harus ditanam langsung di tanah atau juga kebun, melainkan dapat ditanam di dalam pot. Pastinya cara menanam jeruk santang madu ini sangat mudah, ulasan berikut akan membahasnya untuk Anda.

Syarat tumbuh Jeruk

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli bibit jeruk santang madu, ada baiknya jika Anda, mengetahui persyaratan untuk membudidayakan tanaman tersebut. Adapun syarat yang dimaksud, antara lain:

  1. Daerah yang paling baik untuk membudidayakan tanaman jeruk santan madu ini adalah daerah yang mempunyai curah hujan sedang. Atau tidak melebihi 100 mm atau bahkan 1200 mm per tahun.
  2. Dari sisi kelembaban udara, tanaman ini cocok pada daerah dengan kelembaban udara sekitar 50 hingga 85%.
  3. Siapkan daerah atau lahan yang tepat, dengan intensitas matahari yang cukup, atau pasti terkena sinar matahari.
  4. Dari sisi ketinggian, tanaman ini paling cocok, dan tumbuh di kawasan dengan ketinggian sekitar 500 hingga 1000 mdpl.
  5. Ketika menanam tanaman yang satu ini, pastikan lahan atau pot yang akan digunakan kelak, mempunyai sistem drainase yang baik.
  6. Tanaman yang satu ini paling cocok, tumbuh didaerah dengan suhu udara sekitar 25 hingga 30 derajat celcius.
  7. Pastikan media tanah yang digunakan untuk menanam jeruk santang madu tersebut gembur. Anda dapat menggunakan jenis tanah lempung atau bisa juga menggunakan lempung berpasir.
  8. Selain itu pastikan juga tanah yang akan digunakan, sudah mengandung humus yang cukup. Terutama dengan kandungan asam atau pH, sekitar 5,5 hingga 6,5.   
Baca Juga:  Ciri Daun Jeruk Santang Madu

Proses pembibitan atau penyemaian

cara menanam jeruk santang madu
cara menanam jeruk santang madu

Setelah berbagai macam syarat dari cara menanam jeruk santang madu, selesai Anda siapkan, maka berikutnya adalah mulai proses pembibitan atau juga penyemaian. Untuk menghasilkan tanaman dengan buah yang baik, maka Anda harus memilih bibit yang baik dan juga berkualitas. Untuk mencari dan memilih bibit yang baik dan berkualitas, tentunya ada beberapa ciri yang perlu Anda perhatikan, seperti :

  1. Bibit tanaman yang sehat, pastinya tidak terkena hama penyakit apapun. Adapun bibit yang sehat, biasanya mempunyai permukaan batang yang halus, dengan akar serabut yang banyak. Sedangkan akar tunggang nya biasanya berukuran sedang, karena hal tersebut akan membuat tanaman jadi tampak subur.
  2. Dalam memilih bibit tanaman, Anda juga dapat melihat dari kelebatan daun dan juga kekuatan batang, pada saat diangkat.
  3. Akan lebih baik, ketika Anda memilih bibit, sebaiknya pilih yang mempunyai kesamaan sekitar 95% dengan indukannya.

Lain halnya ketika Anda ingin membudidayakan jeruk santang madu dari biji, dan bukan membeli benih di toko benih, yang umumnya sudah tumbuh, lengkap dengan batang dan daun jeruk. Untuk membudidayakan jeruk dari biji, maka dimulai dari proses penyemaian.

  1. Pertama tama, pilih jeruk santang madu yang benar benar sudah matang.  
  2. Kemudian ambil biji, yana da di dalam buah jeruk.
  3. Biji yang telah diambil tersebut, sebaiknya disimpan dalam sebuah wadah kering. Sebaiknya simpan di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Kemudian diamkan biji tersebut, agar lendir yang menempel pada biji perlahan menghilang dan mengering.
  4. Setelah benar benar kering, kemudian rendam biji tersebut dalam larutan, hasil campuran air dengan pupuk selama 6 hingga 8 jam.
  5. Setelah direndam, berikutnya tiriskan biji tersebut, dan benih pun siap untuk proses semai.
  6. Semai benih yang sudah ditiriskan tersebut, dan media semai. Pastikan ketika menyemai, biji tersebar secara merata, dan tidak saling bertumpuk. Ada baiknya jika Anda mengatur jarak secara proporsional antara biji satu dengan yang lainnya.
  7. Lakukan proses penyiraman sebanyak 2 kali dalam sehari, serta jangan lupa untuk memberikan pupuk.
  8. Setelah proses perawatan, maka biji tersebut akan tumbuh dan siap untuk dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.             
Baca Juga:  Cara Merawat Jeruk Santang Madu agar Cepat Berbuah

Mengolah media tanam

Mengingat kali ini Anda akan menanam jeruk santang madu tersebut menggunakan pot. Maka yang sebaiknya Anda siapkan yaitu :

  1. Siapkan media tanah, seperti yang sudah dijelaskan ada poin sebelumnya. Dalam hal ini tanah yang digunakan adalah lempung ata lempung berpasir. Pastikan tanah juga sudah mengandung humus dengan kandungan asam / pH yang tepat.
  2. Sebaiknya campur dengan pupuk secara merata. Adapun pupuk yang dapat Anda gunakan cukup beragam, mulai dari pupuk organik cair, pupuk kompos, pupuk kandang ata jenis pupuk lainya. Kemudian diamkan pot yang sudah berisi tanah dengan campuran pupuk tersebut selama beberapa hari, sebelum nantinya digunakan sebagai media tanam.
  3. Gunakan pot yang kokoh, ada baiknya jika Anda menyiapkan pot dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran tanaman jeruk, yang sedang ditanam tersebut.  

Proses tanam dan pemeliharaan

Adapun cara menanam jeruk santang madu, dalam hal ini pengisian media tanam ke dalam pot sendiri ada aturan nya, yaitu :

  1. Usahakan pengisian tanah yang sudah tercampur dengan pupuk tersebut, hanya 1/3 dari pot.
  2. Baru kemudian pindahkan benih yang sudah disemai sebelumnya, atau benih yang sudah jadi ke dalam pot. Kemudian isi kembali dengan media tanah dan pupuk hingga penuh.
  3. Ada baiknya meletakkan benih jeruk tersebut, tepat di tengah tengah pot.
  4. Sebaiknya padatkan tanah yang ada di sekitar tanaman, agar tanaman jadi tampak kokoh berdiri di tengah.
  5. Kali ini siram tanaman, dan letakkan di tempat yang tepat, dan pastinnya terkena sinar matahari. Proses penyiraman sendiri sebaiknya dilakukan secara rutin, 2 kali dalam sehari. Sedangkan pada musim hujan, sebaiknya disesuaikan.
  6. Untuk proses pemupukan sendiri, sebaiknya dilakukan secara berkala, yaitu sekitar 4 bulan sekali. Gunakan pupuk NPK dengan dosis sekitar 25 g per tanaman, di tahun pertama. Sedangkan pada tahun berikutnya maka dosis yang akan digunakan bertambah 2 kali lipat, misalnya 50 g pada tahun kedua, dan seterusnya.
  7. Sebaiknya lakukan proses pemangkasan pada ranting ranting pohon, yang sudah mengering.   
Baca Juga:  Mengenal Lebih dalam Perbedaan Jeruk Purut dan Jeruk Limau

Mengganti pot

Mengingat tanaman jeruk Santang madu ini akan terus bertambah, maka Anda juga perlu mempersiapkan beberapa jenis ukuran pot, yaitu :

  • Pilih dan siapkan pot sesuai dengan usia atau ukuran tanaman tersebut.
  • Mengganti pot tersebut dimaksudkan untuk mempertahankan unsur hara pada tanaman tersebut.
  • Umumnya proses penggantian pot tersebut, dilakukan sekitar 1 tahun sekali.    

Masa panen     

Adapun masa panen dari buah jeruk Santang madu ini pastinya dilakukan setelah jeruk benar benar sudah matang. Hal tersebut ditandai dengan warna buah jeruk yang mulai menguning.  

Dari ulasan di atas, jelas sudah bahwa cara menanam jeruk santang madu tersebut, tidak terlalu sulit. Kurang lebih prosesnya sama dengan menanam dan merawat tanaman umumnya.