Belajar Budidaya & Ternak Bersama
Jeruk  

Yang Perlu Anda Perhatikan Dalam Pemupukan Jeruk Santang Madu di Pot

Pada dasarnya proses pemupukan jeruk santang madu kurang lebih sama, dengan proses pemupukan pada pohon jeruk lainya.  Termasuk ketika Anda menanam jeruk santang di dalam pot. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan pada proses pemupukan pohon jeruk tersebut.

Nutrisi yang dibutuhkan Jeruk Santang Madu

Setidaknya ada 12 macam unsur esensial, yang pastinya dibutuhkan oleh tanaman jeruk, yang diambil dari dalam tanah. Adapun aneka unsur yang dimasud, antara lain:

Unsur hara yang diambil dalam jumlah banyak atau makro primer, yaitu:

  • Nitrogen (N), untuk sumber nutrisi N sendiri dapat Anda temukan di pupuk Urea, pupuk majemuk NPK dan juga pupuk ZA.
  • Kalium (K), Anda akan mudah menemukannya pada pupuk KCL, ZK, dan juga NPK.
  • Fosfor (P), di pasaran Anda mudah menemukannya pada jenis pupuk PS36, pupuk majemuk NPK, dan juga fosfat alam.

Unsur hara yang dibutuhkan hanya dalam kondisi tertentu, seperti:

  • Kalsium (Ca), Anda akan mudah menemukannya di SP36, kapur atau dolomit yang juga mengandung Mg, dan juga fosfat alam.
  • Belerang (S), pada dasarnya kebutuhan yang satu ini terbilang cukup sedikit, dibanding N. Bisanya nutrisi yang satu ini dapat dipenuhi dari pemberian pupuk kandang, pupuk ZK, atau juga pupuk ZA. Dimana biasanya pupuk yang satu ini juga diberikan untuk memberikan nutrisi dalam bentuk N atau K.
  • Magnesium (Mg).

Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Namun jika kekurangan maka hal tersebut akan mempengaruhi produksi dan kelangsungan hidup dari tanaman tersebut, seperti Seng (Zg), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B),Tembaga (Cu), dan juga Molibdenum (Mo).

Dosis dan waktu aplikasi

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemupukan jeruk santang madu adalah dosis dan juga waktu aplikasi. Pada dasarnya dosis pemberian pupuk, yang sebaiknya diberikan pada tanaman, akan dipengaruhi oleh jenis / varietas jeruk, umur jeruk, faktor lingkungan dari tanaman jeruk itu sendiri. Dalam hal ini ada beberapa pendekatan yang perlu diperhatikan dalam pemberian dosis pupuk, mulai dari analisis tanah, atau juga daun dari tanaman jeruk tersebut. Pada percobaan lapangan, terutama pada berbagai umur tanaman, penggantian hara yang hilang pada proses pertumbuhan, dan juga hasil panen, serta aneka gejala tidak kasat mata lainnya.

Namun diantara berbagai macam hal, serta aneka aturan dosis yang ada, apalagi mengingat Anda kali ini hanya menanam di dalam pot, maka yang benar benar perlu Anda perhatikan dalam dosis pemberian pupuk adalah berdasarkan usia tanaman itu sendiri, yang dikombinasikan dengan analisis tanah.

Mulai dari ketika tanaman belum menghasilkan buah (TBM), maka yang sebaiknya diperhatikan :

  • Tanaman perlu diberikan pupuk yang mengandung unsur N lebih banyak. Tujuannya agar proses pertumbuhan vegetatifnya lebih optimal. Dalam hal ini, Anda dapat memberikan NPK secara rutin setiap 4 bulan sekali. Adapun dosis yang diberikan di tahun pertama adalah sekitar 25 g per tanaman. Sedangkan pada tahun kedua, dosisnya akan ditingkatkan 2 kali lipat, jadi 50 g per tanaman.
  • Ketika tanaman berusia sekitar 3 tahun, maka tanaman akan memasuki masa transisi, dan menuju periode untuk menghasilkan buah, atau dengan kata lain menuju dewasa. Maka dari itu, Anda perlu meningkatkan nutrisi fosfor (P), dan Kalium (K). Tujuannya tidak lain untuk membantu pembentukan organ generatifnya.
  • Sama seperti sebelumnya, Anda dapat menggunakan pupuk NPK, sedangkan dosis yang akan diberikan, kembali 2 kali lipat dari tahun kedua, yaitu 100 g per tanaman.
  • Walaupun tanaman yang usianya masih muda, dosis pupuk yang diberikan lebih sedikit. Namun sebaiknya berikan pupuk tersebut, lebih sering. Karena yang jarang orang sadari adalah jangkaun akar untuk menyerap pupuk masih sangat terbatas.
  • Sedangkan pada usia tananam 4 tahun ke atas, biasanya pupuk akan diberikan 2 kali dalam setahun. Tepatnya pupuk akan diberikan setelah panen, dan 4 bulan setelah proses pemupukan pertama. Dosis Pupuk NPK yang diberikan kali ini, sekitar 80 hingga 120 g per tanaman.
Baca Juga:  Cara Merawat Jeruk Santang Madu agar Cepat Berbuah

Pemberian pupuk kandang, kompos, atau pupuk organic lainnya  

pemupukan jeruk santang madu
pemupukan jeruk santang madu

Pemberian pupuk organik, baik itu pupuk kompos, pupuk kandang atau juga pupuk organik cair lainnya, dapat Anda berikan sekitar 3 hingga 5% saja. Penambahan pupuk kandang atau bahan organik lain secara teratur, ternyata dapat meningkatkan kadar C organik, di dalam tanah. Tentu saja hal tersebut akan membuat kadar kesuburan dari tanah jadi lebih baik. Selain itu pemberian pupuk organik disebut juga secara tidak langsung mampu meningkatkan unsur hara mikro dan makro dalam tanah jadi meningkat.

Adapun dosis pemberian pupuk kandang, pada saat tanaman jeruk Santang madu berusia 1 hingga 4 tahun, tidak lain sekitar 20 hingga 40 kg per pohon. Atau ketika Anda menggunakan pot, maka sebaiknya gunakan setidaknya ¼ dari total tanah yang digunakan.

Untuk pemberian pupuk pada usia tanaman 5 tahun ke atas, otomatis dosis pupuk yang akan diberikan juga meningkat, setidaknya mampir ½ dari total tanah yang digunakan pada pot itu sendiri.

Sedikit tips tambahan untuk Anda, ketika akan menggunakan pupuk kandang, ada baiknya jika menggunakan kotoran sapi. Dimana kotoran sapi ini setidaknya memenuhi kebutuhan unsur micro di dalam tanah. Dalam hal ini kasus gejala defisiensi unsur mikro, biasa tidak ditemukan pada tanaman yang diberikan kotoran sapi, terutama ketika musim kemarau tiba.

Lain halnya dengan kotoran ayam, ketika Anda memberikan kotoran ayam secara berlebih, dapat menyebabkan defisiensi Zn. Lantaran kotoran ayam sendiri mengandung unsur Fosfor (P) yang cukup tinggi.

Teknik pemberian pupuk dalam menyiapkan pot

Umumnya ukuran pot yang digunakan untuk menanam jeruk Santang madu tersebut diameternya sekitar 40 cm. Ada baiknya jangan terlalu besar, terkecuali, jika tanaman yang Anda miliki, sudah semakin besar. Karena jika pot terlalu besar, membuat proses berbuah pada tanaman jeruk tersebut jadi lebih lama.

Baca Juga:  Ciri Daun Jeruk Santang Madu

Kali ini siapkan pot yang sudah diisi dengan tanah yang gembur, dan campur dengan pupuk kandang dan juga arang sekam. Kali ini gunakan perbandingan sekitar 2 : 1 : 3. Setelah dicampur mencari satu, maka masukkan campuran tersebut ke dalam pot sudah Anda siapkan sebelumnya.

Berikutnya buat lubang tanam tepat di bagian tengah pot. Untuk besar lubang, tentunya disesuaikan dengan ukuran bibit jeruk yang akan ditanam. Buka sedikit polybag, Lakukan secara hati hati, kemudian masukkan ke dalam lubang tanam. Langkah berikutnya, sedikit padatkan agar bibit tersebut benar benar tertanam, di dalam pot tersebut.

Terakhir siram, tanaman tersebut secukupnya. Sedikit tips tambahan, agar tanaman dapat tumbuh lebih cepat, sebaiknya simpan tanaman di tempat yang teduh selama kurang lebih 1 minggu. Hal tersebut dilakukan agar tanaman dapat beradaptasi dengan iklim yang ada.

Selain memberikan aneka macam pupuk yang sudah disebutkan di atas. Anda juga dapat memberikan beberapa jenis nutrisi lainnya, seperti obat untuk mempercepat proses pembuahan, dan yang lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini, sama seperti pemupukan jeruk santang madu, Anda perlu mengecek aturan pakai yang sebaiknya diberikan pada tanaman tersebut.