Dunia Informasi untuk anda

Dijamin Berhasil: Cara Membuat Pupuk Booster Kelengkeng Sendiri

Setiap tanaman memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk berbuah mulai dari beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Kelengkeng termasuk jenis buah yang memerlukan waktu lama untuk berbuah sehingga banyak yang mencari cara membuat pupul booster kelengkeng sendiri.

Tanaman kelengkeng sebenarnya sudah dapat mulai berbuah ketika umur satu tahun. Namun banyak juga yang sudah bertahun-tahun namun belum kunjung berbuah. Pemupukan menjadi langkah yang umum dilakukan agar tanaman tersebut segera berbuah.

Pemupukan yang kurang sesuai atau berlebihan, khususnya yang mengandung banyak unsur N akan membuat tanaman terlihat rimbun dan sehat. Padahal hal ini justru akan membuat tanaman kekurangan cahaya matahari ketika memasak makanannya atau proses fotosintesis.

Tanaman kelengkeng akan berbuah ketika bunga yang tumbuh dibuahi bunga jantan di dekatnya. Ketika kelengkeng sudah berbunga, ternyata hal ini tidak serta merta sukses menjadi buah karena biasanya akan habis berguguran. Ada beberapa penyebab bunga tersebut berguguran di antaranya adalah kekurangan air, hama penyakit, serangga, cuaca ekstrem, dan pemupukan yang kurang tepat.

Booster Kelengkeng Dengan Kalium Agar Cepat Berbuah

Salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman agar cepat berbuah adalah kalium. Kalium berperan mengatur proses pembukaan dan penutupan mulut daun (stomata) untuk penguapan air. Kalium juga berperan mempertebal dinding sel dan dan menstimulasi sistem pertahanan tumbuhan.

Tanaman yang mendapatkan cukup asupan kalium akan memiliki buah yang lebat dan bagus serta batang yang kuat karena kandungan ini membantu proses pembentukan buah. Untuk itu, booster menggunakan kalium menjadi alternatif yang baik untuk mempercepat kelengkeng agar segera berbuah. Berikut adalah beberapa ramuan booster kelengkeng dan cara penggunaannya.

Booster Kelengkeng dari Sabut Kelapa dan Portulaca Oleracea L (Krokot)

cara membuat pupuk booster kelengkeng sendiri
cara membuat pupuk booster kelengkeng sendiri

Sabut kelapa merupakan bahan yang memiliki kandungan kalium 10,25%. Bahan ini dapat menjadi pengganti pupuk KCL karena kandungan kalium organik di dalamnya. Sementara itu tanaman krokot memiliki kandungan kimia KCL, KNO3, dan KSO4.

Cara membuat pupul booster kelengkeng sendiri dari sabut kelapa yaitu siapkan segenggam sabut kelapa yang saling merekat. Cacah sabut tersebut dan masukkan ke dalam wadah atau botol air mineral 1,5 L. Siapkan segenggam krokot kemudian haluskan dan campur dengan sabut kelapa.

Siapkan 1 tutup botol tetes tebu atau larutan gula merah, campur dengan 1 liter air. Campurkan larutan tetes tebu dan air tersebut dalam wadah yang berisi sabut dan krokot. Tutup dan diamkan selama 14 hari.

Selama jangka waktu tersebut, buka tutup larutan tersebut selama beberapa detik. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan gas yang dihasilkan. Letakkan larutan tersebut di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Setelah 2 minggu, pupuk tersebut dapat diberikan untuk daun dan akar tanaman kelengkeng.

Caranya, campurkan pupuk dan air dengan perbandingan 1 : 3. Siramkan ke tanaman kelengkeng sebanyak 250 ml per tanaman seminggu sekali. Untuk pengaplikasian pada daun, campurkan pupuk cair dan air dengan perbandingan  1:5. Kemudian semprotkan pada batang tanaman dan daun seminggu sekali.

Booster Kelengkeng Dengan Telur

Jika tidak ada sabut kelapa atau krokot di rumah, Anda dapat membuat booster kelengkeng dari telur ayam kampung. Adapun bahan yang dibutuhkan adalah 3 butir telur dan cairan EM4 sebanyak 1 liter atau susu atau larutan gula merah. Pemilihan telur ayam kampung di sini karena lebih alami dibandingkan telur ayam negeri.

Cara membuat pupul booster kelengkeng sendiri dari telur, pisahkan kuning telur dari putihnya. Campurkan kuning telur dengan EM4 atau susu sebanyak 1 liter. Campurkan kedua bahan tersebut sampai larut. Diamkan ramuan ini selama 24 jam.

Baca Juga:  Cara Pemangkasan Pohon Kelengkeng Agar Cepat Berbuah

Untuk penggunaannya, setelah larutan didiamkan 24 jam kocok-kocok larutan tersebut dan tambahkan air dengan perbandingan 1 sendok makan pupuk untuk 5 liter air. Semprotkan pupuk tersebut secara langsung ke tanaman kelengkeng.

Booster Kelengkeng Dengan Air Cucian Beras

Ini adalah booster kelengkeng yang paling mudah cara pembuatannya karena Anda hanya perlu mencampurkan air cucian beras dengan EM4 dan tetes tebu. Perbandingan air cucian beras, EM4, dan tetes tebu adalah 1 liter : 1 tutup botol : 1 tutup botol. Setelah tercampurkan diamkan selama 1-2 minggu.

Pupuk cair ini mengandung unsur hara P dan K sehingga cocok untu tanaman buah, umbi, atau tanaman hias yang sudah memasuki fase berbunga dan berbuah. Pupuk organik cair yang sudah jadi tersebut ketika akan digunakan dapat dicampur air dengan perbandingan 1 liter pupuk : 5-20 liter air.

Berikan pupuk yang sudah dicampur air tadi ke tanaman kelengkeng dengan dosis sesuai jenis tanaman dan kondisi tanah. Simpan pupuk yang belum digunakan dengan kondisi tertutup rapat di tempat yang aman, tidak terkena sinar matahari langsung, dan suhu ruang. Pupuk ini dapat bertahan cukup lama yakni 6 bulan.

Booster Kelengkeng Dari Kulit Pisang

Kulit pisang dikenal memiliki banyak manfaat. Selain sebagai penghasil enzim xylanase, bahan organik ini juga memiliki kandungan magnesium, fosfor, sodium, karbohidrat, air, sulfur, kalium, vitamin C, vitamin B kompleks, protein, lemak, lutein, dan antioksidan.

Dengan banyaknya kandungan di dalam kulit pisang, bahan ini dapat digunakan sebagai booster baik cair maupun padat. Kandungan fosfor dan kalium dair kulit pisang baik untuk pembungaan, pertumbuhan, dan pembijian tanaman.

Cara membuat pupul booster kelengkeng sendiri dari kulit pisang yaitu siapkan 3 kulit pisang yang sudah matang, potong kecil-kecil. Rendam kulit tersebut dengan 1 liter air dan masukkan ke botol berukuran 1,5 L. Tambahkan dengan tetes tebu dan EM4 masing-masing 1 tutup botol.

Baca Juga:  Tips Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng yang Benar

Kocok-kocok dan tutup rapat larutan tersebut. Diamkan selama  1 minggu, Untuk menggunakannya campurkan 2 tutup botol larutan dan 1 liter air. Dosis maksimalnya 1 liter larutan dicampur dengan 10 liter air.

Waktu Terbaik Untuk Memberikan Booster Kelengkeng

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, waktu pemberian booster juga wajib diperhatikan agar tanaman tersebut dapat merespons secara efektif. Pemberian booster sebaiknya dilakukan ketika sebagian besar daun tanaman sudah tua, bukan ketika banyak daun baru yang sedang bertunas atau baru mekar.

Tidak ada ketentuan khusus mengenai usia tanaman kelengkeng. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kondisi kesiapan tanaman tersebut. Misalnya tanaman yang sudah besar dengan banyak ranting meskipun usianya baru 2 tahun sudah bisa diberi booster. Namun jika tanaman tersebut sudah tua tetapi pohon dan batangnya masih kecil-kecil, maka perlu dibesarkan dulu.

Waktu pemberian booster juga dapat dilakukan sepanjang tahun. Masa booster sampai tanaman tersebut berbunga biasanya memerlukan waktu 1 – 1,5 bulan. Pembesaran bunga untuk menjadi bakal buah memerlukan waktu sekitar 1 bulan.

Jika bunga kelengkeng sudah keluar, lakukan penyemprotan pestisida. Hal ini karena saat bunga keluar, banyak serangga yang bertelur di sana sehingga jika menetas akan menjadi hama untuk kelengkeng tersebut. Anda dapat menggunakan pestisida decis dengan dosis 1 : 2 ml untuk 1 liter air. Lakukan penyemprotan pestisida tersebut di sore hari.

Demikian sedikit informasi mengenai cara membuat pupul booster kelengkeng sendiri yang efektif. Anda dapat memilih bahan yang paling mudah dijumpai untuk mencobanya.