Dunia Informasi untuk anda

Tips Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng yang Benar

Ketika mendengar nama buah kelengkeng, mungkin di benak Anda akan langsung terbayang pada buah bulat kecil dengan rasa manis yang unik, bukan? Ya, buah dengan nama latin yang terdapat dalam family Sapindacaeae bernama Domocarpus Logan ini merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh petani dengan cara dicangkok. Yang menjadi pertanyaannya di sini adalah, tahukah Anda mengenai bagaimana cara mencangkok pohon kelengkeng? Untuk menjawab rasa penasaran Anda, maka bisa simak informasi berikut ini.

Jenis – jenis buah kelengkeng

Buah kelengkeng umumnya memiliki bentuk bulat dengan ukuran lebih besar sedikit dari kelereng dengan kulit yang rata – rata berwarna cokelat muda sampai dengan kehitaman dengan permukaan agar berbintil – bintil. Daging buahnya berwarna putih bening berair dengan biji bulat berwarna hitam. Bisa dikatakan, bahwa buah ini memiliki peluang tinggi untuk dikembangkan di Indonesia lantaran bisa ditanam di kebun maupun di halaman pekarangan rumah maupun di dalam pot. Akan tetapi sebelum kita mengetahui proses penanaman buah kelengkeng, ada baiknya bagi Anda mengetahui jenis – jenis buah kelengkeng berikut ini.

Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng
Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng

1. Kelengkeng Merah / Ruby Longan

Jenis kelengkeng yang akan tumbuh subur di dataran rendah maupun dataran tinggi dan di lahan terbuka. Seperti namanya, kelengkeng ini memiliki warna serba merah mulai dari daun, batang dan buahnya. Keistimewaan dari jenis kelengkeng ini yakni memiliki buah berdiameter antara 1,3 sampai 3 cm dengan buah tebal, kering dan memiliki rasa manis.

Baca Juga:  Dijamin Berhasil: Cara Membuat Pupuk Booster Kelengkeng Sendiri

2. Kelengkeng Diamond River

Berikutnya ada jenis kelengkeng Diamond River yang memiliki sifat genjah atau cepat berbuah. Daunnya memiliki lebar 4 cm, berwarna hijau cerah, tepi daun sedikit bergelombang dan beberapa karakteristik lainnya. Dalam kurun waktu satu tahun, jenis buah kelengkeng ini bisa berbuah antara 5 – 10 kg per pohon. 

3. Kelengkeng Itoh

Merupakan jenis kelengkeng dari hasil persilangan antara kelengkeng Diamond River dan kelengkeng Puang Ray dari Thailand. Kelengkeng jenis ini mampu tumbuh dengan baik di wilayah dataran rendah dan waktu berbuahnya dapat diupayakan di bulan apapun. Meski demikian, untuk menghasilkan buah harus dirangsang dengan pemberian pupuk atau hormon tambahan dan memerlukan waktu hingga 2 – 3 tahun.

4. Kelengkeng Pingpong

Kelengkeng jenis Pingpong ini memiliki keunggulan yakni memiliki buah berukuran besar hampir mirip dengan bola pingpong. Aroma buahnya juga cukup wangi dengan kulitnya yang tipis. Pohon kelengkeng ini dapat berbuah setelah umur 9 – 12 bulan dari bibit cangkokan / okulasi.

5. Kelengkeng Aroma Durian

Kelengkeng Aroma Durian atau juga dikenal dengan nama kelengkeng Mata Naga ini memiliki keunggulan berupa aroma dan rasa yang mirip dengan durian setengah matang. Kulit buahnya berwarna putih dan tipis dengan daging buah yang tebal berbiji kecil. Masa berbuah dari jenis kelengkeng ini yakni sekitar 1,5 tahun dari bibit hasil sambungan dan produktivitas 2,5 kg per pohon.

6. Kelengkeng Puang Ray

Jenis kelengkeng Puang Ray ini memiliki rasa daging buah yang manis seperti kelengkeng Diamond River dan Pingpong dengan ketebalan 5 mm. Untuk buahnya sendiri cenderung kering, berukuran besar seperti jenis kelengkeng Pingpong dan bijinya kecil. Umumnya, tumbuh dengan baik di dataran rendah dan pada tanah yang gembur dengan lapisan tanah yang tebal dan bisa mengikat air dengan baik.

Baca Juga:  Cara Pemangkasan Pohon Kelengkeng Agar Cepat Berbuah

Bagaimana cara mencangkok pohon kelengkeng yang benar?

Perlu Anda ketahui, bahwa penanaman pohon kelengkeng sendiri bisa dilakukan dengan dua cara. Yakni secara perkembangbiakan generatif berupa menanam biji ataupun secara vegetatif berupa pencangkokan. Di pembahasan kali ini, kita akan  mengulas mengenai tips mudah menanam pohon kelengkeng dengan cara mencangkok. Untuk tahapan mencangkok pohon kelengkeng bisa Anda lihat di penjelasan berikut.

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Pertama, Anda perlu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk mencangkok kelengkeng. Disini, Anda perlu menyiapkan tanah humus yang subur dan gembur, pisau, gunting, sekam serta perlu menyiapkan pupuk untuk tanaman kelengkeng. Baik itu pupuk kompos maupun pupuk kandang. Selain itu, siapkan juga cocofiber untuk menambah daya resap air agar media tidak cepat kering, plastik bening transparan untuk membungkus media dan tali pengikat.

2. Mencampurkan tanah dengan pupuk secara merata

Setelah itu, tinggal campurkan tanah, pupuk sekam dan cocopeat sapai benar  benar merata. Proses pencampuran ini dilakukan dengan penyiraman, akan tetapi pastikan jangan terlalu basah. Apabila sudah tercampur merata dan jika digenggam tanah tidak berhamburan, maka media sudah siap digunakan. 

3. Memilih batang yang baik

Hal penting dalam menentukan kualitas bibit hasil cangkok kelengkeng yang baik setelah ditanam yakni dari pemilihan batang pohonnya. Oleh karena itu, pastikan dalam memilih batang pohon kelengkeng ini Anda pilih tanaman induk yang produktif, berumur lebih dari dua tahun dan terbebas dari serangan hama dan penyakit.

4. Mengeratkan batang pohon kelengkeng

Selanjutnya, kerat secara melingkar batang pohon kelengkeng yang sudah dipilih. Proses pengeratan ini dilakukan dengan menggunakan pisau tajam yang tidak berkarat dengan dua keratan berjarak sekitar 6 – 7 cm. Kemudian, tinggal kupas bagian kulit batang pohon kelengkeng dan hilangkan kambiumnya hingga benar – benar bersih. Dan tunggu hingga kering sebelum dicangkok.

5. Memasang media cangkok

Kemudian, pasang media pada batang cangkokan dengan cara media dibungkus plastik terlebih dahulu kemudian dibelah, baru diikatkan pada batang yang dicangkok. Ketika pencangkokan kelengkeng sudah menginjak usia 2,5 – 3 bulan atau saat akar sudah tumbuh bagus dan berwarna cokelat, maka Anda tinggal melepas cangkokan dan tanam di lahan. 

Baca Juga:  Cara Menanam Kelengkeng Dari Biji Agar Cepat Berbuah

6. Menanam pohon kelengkeng di tempat yang cukup sinar matahari

Yang paling penting, pastikan Anda menanam pohon kelengkeng di tempat yang cukup sinar matahari. Tujuan dari hal ini yakni untuk menjadikan pohon kelengkeng bisa tumbuh lebat. Adapun untuk mencukupi unsur haranya, jangan lupa tambahkan pupuk dasar pada lahan sebelum penanaman bibit.

Cara merawat bibit cangkok kelengkeng yang sudah ditanam

Apabila bibit cangkok kelengkeng sudah ditanam, maka diperlukan adanya perawatan yang tepat. Untuk tips perawatan pada bibit kelengkeng ini cukup mudah Anda lakukan dengan langkah – langkah berikut :

  • Lakukan penyiangan agar tanaman pohon kelengkeng yang ditanam bisa terbebas dari parasit tanaman seperti gulma dan lain – lain. Apabila ditemukan gulma di sekitar tanaman, maka bisa segera dicabut agar tidak bisa tumbuh kembali.
  • Selanjutnya, perawatan tanaman kelengkeng juga bisa dilakukan dengan penggemburan tanah yang bisa dilakukan dengan cara mencangkul atau menggunakan alat lain seperti sekop dan lain – lain. Tujuannya yakni agar air hujan dan air hasil penyiraman bisa masuk ke dalam tanah dan mempercepat proses pembentukan daun, batang, bunga dan buah kelengkeng.
  • Pemangkasan untuk meningkatkan produktivitas buah kelengkeng. 
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas kelengkeng dengan pemberian hormon giberelin agar pembentukan bunga dan buah dapat terus meningkat.
  • Pemupukan pohon kelengkeng dengan pupuk organik agar pertumbuhannya dapat tetap terjaga.

Demikianlah beberapa tips mudah dalam penerapan cara mencangkok pohon kelengkeng yang bisa Anda terapkan sendiri di rumah.