Dunia Informasi untuk anda
Kroto  

Cara Ternak Atau Budidaya Kroto Untuk Pemula

Membahas tentang cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula, tanda terdengar menarik mengingat hal ini merupakan salah satu peluang bisnis yang bisa dikatakan menggiurkan. Berikut ini adalah penjelasannya.

Cara Mendapatkan Bibit Ternak kroto

Sebelum memahami tentang bagaimanakah cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula, maka sebaiknya anda juga perlu mengetahui terlebih dahulu tentang bagaimanakah cara mendapatkan bibit ternak kroto yang tepat. Dan perlu diketahui bahwa pada dasarnya kroto merupakan telur dari semut rangrang yang umumnya digunakan sebagai pakan burung atau umpan memancing.

Dan seperti yang diketahui bahwa jumlah peminat kroto ini di pasaran terbilang banyak. Hal ini karena jumlah masyarakat yang hobi memelihara burung baik itu untuk keperluan pribadi maupun untuk diternakkan sebagai bisnis juga cukup tinggi. Apalagi pemancing merupakan salah satu hobi yang banyak diminati.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa semakin lama jumlah peminat kroto semakin meningkat. Namun pada kenyataannya pasokan kroto yang dijual di pasaran justru tidak seimbang dengan meningkatnya jumlah permintaan. Sehingga inilah yang menjadi alasan kuat mengapa budidaya atau ternak kroto bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang menggiurkan.

Namun agar bisa menghasilkan kroto berkualitas tentu anda harus tahu bagaimana cara memilih bibit kroto yang bermutu tinggi. Berikut ini adalah beberapa tipsnya.

cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula
cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula

1. Mencari Bibit Kroto Sendiri

Untuk bisa mendapatkan bibit kroto maka bisa ditempuh dengan dua cara yaitu yang pertama dengan mencari bibit kroto sendiri. Sangat disarankan untuk mencari bibit kroto pada saat musim kemarau. Hal ini karena pada saat itulah koloni kroto masih utuh berada di sarangnya.

Bibit kroto yang dicari saat musim kemarau juga akan lebih bagus karena minim terserang kutu sehingga tentunya kualitas kroto juga lebih baik. Berbeda dengan kroto yang dicari pada saat musim hujan, selain lebih sulit mencari koloni kroto juga secara kualitasnya lebih buruk.

2. Membeli Bibit Kroto

Jika tidak memungkinkan untuk mencari bibit sendiri, maka anda bisa membeli bibit kroto yang dijual dipasaran. Biasanya peternak kroto akan menjual bibit kroto rata – rata dengan harga Rp. 150.000 hingga Rp. 200.000/liter.

Dengan kedua cara diatas maka tentunya menjadi langkah pertama sebagai cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula.

Cara Membuat Tempat Ternak Kroto

Sebenarnya cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula terutama untuk tempat budidayanya bisa dilakukan dengan banyak cara. Dimana salah satunya yaitu dengan menggunakan paralon. 

Paralon cukup direkomendasikan sebagai media untuk ternak kroto karena selain material bahannya awet, juga memiliki dua sisi lubang sebagai sirkulasi udara. Sehingga hal ini dapat meminimalisir terjadinya kematian. Caranya adalah.

  • Buat rak susun besi, kayu atau bambu 2 tingkat dari kayu, bambu, atau besi.
  • Persiapkan wadah yang sudah di isi air kemudian letakkan pada setiap kali rak, dengan tujuan mencegah  koloni rangrang tidak kabur. 
  • Siapkan paralon yang memiliki diameter 12 cm kemudian potonglah menyesuaikan panjan rak.
  • Susun paralon pada rak
  • Letakkan dedaunan pada paralon agar semut rangrang mulai membuat sarang.
  • Usahakan media budidaya semut rangrang ini tidak bersentuhan dengan dinding atau benda apapun.
  • Letakkan kandang ditempat yang kedap suara serta tenang.

Dengan mengikuti beberapa tips diatas maka akan membantu anda dalam menciptakan kandang kroto yang tepat sehingga induk kroto bisa berkembang biak dengan baik sehingga menghasilkan kroto yang berkualitas.

Makanan Kroto Agar Cepat Bertelur

Setiap peternak kroto pasti menginginkan indukan kroto cepat bertelur. Karena dengan begitu tentu akan lebih cepat panen. Namun ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar kualitas panennya bagus.

Baca Juga:  Analisa Usaha Budidaya Kroto Rumahan

Salah satunya yaitu tentang pakan. Sama dengan budidaya hewan lain, pakan menjadi salah satu faktor yang cukup mempengaruhi hasil panen. Sehingga agar panen kroto bisa baik, anda harus memberikan pakan kroto yang bergizi, diantaranya adalah :

  • Ulat daun pisang
  • Ulat hongkong
  • Jangkrik
  • Cacing tanah
  • Belalang
  • Cicak
  • Cairan Tebu
  • Tulang ayam, kambing atau sapi

Beberapa jenis makanan yang telah disebutkan diatas dipercaya memiliki kandungan protein yang bagu dan sangat baik diberikan kepada semut rangrang agar dapat menghasilkan kroto yang berkualitas. Sehingga jika anda ingin hasil panen kroto anda melimpah dan bermutu tinggi, maka salah satu cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula yang perlu diperhatikan adalah mengenai pakan yang diberikan.

Proses Ternak Kroto Dari Awal Hingga Panen

Jika anda berminat untuk ternak kroto namun masih bingung bagaimana cara memulainya, maka berikut ini adalah beberapa cara ternak  sampai akhir.

1. Persiapan Bibit

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pemilihan bibit sangatlah penting. Untuk bibitnya, bisa diperoleh dengan berburu koloni semut rangrang di alam atau yang paling praktis adalah membelinya.

2. Pembuatan Kandang

Untuk kandang juga bisa dibuat sendiri dengan mudah. Material bahannya juga beragam, bisa paralon maupun toples.

3. Meletakkan Bibit

Jika media atau kandang sudah siap, maka anda bisa langsung memasukkan bibit didalamnya. Namun lebih dulu letakkan dedaunan agar nantinya semut rangrang bisa membuat sarang pada dedaunan tersebut 

4. Menyiapkan Pakan

Diatas sudah disebutkan bahwa untuk mendapatkan hasil panen kroto yang berkualitas, maka penting untuk memberikan pakan yang juga berkualitas. Untuk jenisnya sudah disebutkan diatas yang dipercaya mengandung banyak protein baik untuk budidaya kroto.

Anda hanya perlu menyiapkan wadah pakan yang datar kemudian letakkan di sebelah koloni semut rangrang. Nantinya akan dimakan dengan sendirinya.

Baca Juga:  Mengenai Hewan Kroto atau Semut Rangrang

5. Masa Panen

Masa panen kroto umumnya berlangsung selama 6 bulan dan bisa dilakukan panen per 20 hari sekali. Berikut ini adalah cara panennya.

  • Persiapkan wadah seperti baskom
  • Buatlah saringan yang dibuat dari kawat ram
  • Letakkan saringan di atas baskom baskom
  • Pakai sarung tangan karet kemudian tuang koloni semut rangrang di atas saringan tadi agar kroto berjatuhan di dalam baskom, sedangkan semut tersaring diatasnya
  • Jangan lupa untuk membersihkan kandang
  • Taruh dan letakkan koloni semut kembali ke kandangnya

Jika mengikuti cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula diatas, maka akan membantu anda untuk ternak kroto dengan hasil yang maksimal.

Penyebab Kegagalan Ternak Kroto

Meskipun sudah menerapkan cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula, namun hal tersebut tentunya tidak akan selalu menjamin bahwa panen kroto akan maksimal dan sukses. Dan pastinya semua peternak kroto pernah mengalami kegagalan.

Kira-kira faktor apa sajakah yang menyebabkan ternak kroto menjadi gagal? Berikut ini adalah beberapa faktor pemicunya:

1. Pembibitan ternak tanpa disertai dengan Ratu atau induk semut

2. Mencampur koloni semut rangrang lama dengan yang baru

3. Kandang menempel pada dinding atau media lain

4. Lokasi penempatan kandang tidak tepat seperti minim cahaya, sirkulasi udara yang kurang maupun tempat terlalu bising atau ramai

5. Waktu panen yang terlalu cepat

Kelima faktor di atas mungkin tanpa disadari sering kali dilakukan oleh peternak kroto sehingga hasil panen yang dihasilkan tidak maksimal. Untuk itu agar dapat menghasilkan panen kroto yang berkualitas dan optimal maka perlu mengikuti semua cara ternak atau budidaya kroto untuk pemula yang telah dijelaskan di atas.