Dunia Informasi untuk anda

Mari Mengenal Maggot BSF yang Sangat Bermanfaat Baik untuk Ayam, Burung dan ikan

Di balik sehatnya pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak, di situlah terdapat pemberian pakan yang berkualitas tentunya. Jika hewan ternak tumbuh sehat, ada potensi yang cukup besar untuk hewan tersebut memiliki umur yang panjang. Salah satu jenis pakan yang sangat baik untuk itu adalah Maggot BSF. 

Di artikel ini anda akan diajak untuk mengenal Maggot BSF lebih dekat lagi. Yaitu tentang pengertiannya, siklus hidup, kandungan protein, hingga kegunaannya untuk unggas. Langsung saja kita bahas bersama-sama.

Apa Itu Maggot BSF?

mengenal maggot bsf
mengenal maggot bsf

Maggot BSF adalah singkatan dari Black Soldier Fly yang merupakan larva dari lalat besar dengan warna hitam yang tampak seperti tawon. Maggot BSF ini termasuk bentuk dari siklus hidup pertama larva BSF, yang melewati proses metamorfosis ke lalat dewasa.

Maggot Black Soldier Fly yang memiliki nama latin yaitu Hermetia Illucens ini mempunyai beragam jenis manfaat bagi manusia. Selain itu juga memberi manfaat yang sangat baik untuk hewan ternak. Meskipun biasanya diberikan kepada ayam, namun tak jarang juga para peternak memanfaatkannya sebagai pakan campuran untuk hewan lain.

Siklus Hidup Maggot BSF dari Telur Hingga Lalat

Setelah tadi kita sudah mengenal Maggot BSF, perlu diketahui juga tentang seperti apa siklus hidupnya. Adapun siklus hidup dari Maggot ini berawal dari telur Maggot yang akan menetas dalam kurun waktu satu minggu. Telur tersebut akan menjadi larva atau juga disebut dengan bayi Maggot. 

Lalu Maggot dikembangkan di tempat pembesaran Maggot yang disebut biopond selama 21 hari lamanya serta tak lupa diberi pula pakan sampah organik. Siklus Maggot BSF masih berlanjut, Maggot akan masuk ke fase bernama prepupa. Dalam waktu 14 hari Maggot tak makan untuk proses menjadi pupa. 

Setelah fase pupa tadi, Maggot juga membutuhkan waktu sekitar tiga hingga tujuh hari supaya dapat bermetamorfosis menjadi bentuk lalat BSF. Apabila sudah berhasil menjadi lalat BSF, semua pejantan hanya mempunyai waktu 3 hari untuk bisa berkembang biak dengan jenis lalat betina.

Setelah adanya proses perkembangbiakan, jenis lalat jantan nantinya akan mati dan lalat yang betina memasuki fase lain. Yaitu fase pembibitan selama 3 hari selanjutnya. Lalat yang betina mengikuti jejak dari para lalat jantan setelah proses bertelur diselesaikan. Seperti itulah siklus hidup mereka terjadi.

Kandungan Protein Maggot BSF

Tak lengkap rasanya jika hanya mengenal Maggot BSF dari siklus hidupnya saja. Salah satu hal yang membuat Maggot BSF menarik untuk dibahas adalah kandungan nutrisinya. Misalnya yaitu kandungan protein dari Maggot BSF. 

Menurut riset salah satu jurnal pusat informasi masyarakat vol. 2 (5), Juli 2020, dari Institut Pertanian Bogor yang berjudul “Kajian Nutrisi dan Budidaya Maggot (Hermentia illuciens L.), Sebagai Alternatif Pakan Ikan di RT 02 Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor” disebutkan mengenai rincian nutrisi Maggot, termasuk protein Maggot BSF. Di dalamnya juga terdapat kadar persentasenya.

Terdapat kandungan protein dari larva Maggot yang cukup tinggi dengan angka 44,26% serta kandungan lemak yaitu 29,65%. Kandungan protein yang kasar pada larva muda dinilai lebih tinggi daripada larva tua. Kandungan asam amino, mineral dan asam lemak pada larva Maggot juga tak kalah dengan sumber protein yang lain. Jadi, larva BSF ini termasuk bahan baku yang sangat cocok untuk pakan ternak.

Baca Juga:  Analisa Bisnis Budidaya Maggot BSF

Perbedaan Maggot BSF dan Belatung

Mungkin sebagian orang masih belum dapat memahami dengan baik tentang perbedaan dari Maggot BSF ini dengan belatung. Sekarang mari mengenal Maggot BSF perbedaannya dengan belatung. Larva dari lalat BSF atau Black Soldier Fly ini mempunyai ukuran yang lebih panjang serta besar dibandingkan dengan larva lalat biasanya. Jenis BSF juga tidak menularkan penyakit maupun bakteri atau bahkan juga kuman kepada manusia. 

Perbedaan Maggot BSF dan Ulat Hongkong

Selain dengan belatung, Maggot BSF juga tampak sedikit mirip dengan ulat Hongkong. Namun terdapat beberapa poin yang membedakan keduanya. Hal ini dapat anda lihat dari fisik tubuhnya. Maggot mempunyai fisik tubuh yang lebih pendek dan bulat, ada bulu halus di badannya serta badan Maggot terlihat berbuku-buku.

Sedangkan ulat Hongkong mempunyai ciri fisik lebih panjang daripada Maggot. Tubuh ulat Hongkong lebih terlihat ramping dan juga terlihat mengkilap. Selain ciri fisik tubuh, perbedaannya juga terlihat pada siklus hidup. Ulat Hongkong saat menjadi kumbang, tempat untuk bertelurnya adalah di tempat yang lembab atau basah.

Sedangkan Maggot BSF, saat menjadi lalat, telur diletakkan di media yang cenderung kering dan tidak lembab atau basah. Maggot tak menyukai media yang basah pada saat mereka akan mulai bertelur.

Kegunaan dan Manfaat Maggot BSF untuk Ayam

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Maggot BSF baik untuk menjadi pakan ternak, contohnya ayam atau unggas. Berdasarkan kutipan dari Trobos Livestock tentang pernyataan dari Dekan Fapet IPB, Sumiati dalam seminar online, bahwa Maggot mempunyai nutrisi yang tinggi, misalnya protein, asam amino serta asam lemak dan juga mineral yang mana sangat berpotensi untuk dijadikan alternatif pakan ternak unggas.

Manfaat Maggot BSF juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh si hewan ternak terhadap serangan bakteri dan juga jamur. Selain baik untuk ayam, Maggot juga baik sebagai pakan burung dan ikan. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga:  Analisa Bisnis Budidaya Maggot BSF

Kegunaan dan Manfaat Maggot BSF untuk Burung

Waktu yang tepat ketika burung menyukai pakan Maggot BSF adalah ketika Maggot sedang berusia 10 hingga 14 harian. Tak hanya burung, ikan dan reptil juga menyukainya. Mengapa? Dikarenakan di umur umur tersebut Maggot sedang segar, teksturnya lunak dan warnanya kuning keputihan. Terasa lebih lembut jika dibandingkan jenis serangga lain untuk burung. 

Kita juga mengenal Maggot BSF memiliki protein yang tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan jangkrik atau ulat Hongkong. Sehingga juga menjadi pakan yang membuat burung tumbuh lebih sehat. Kini Maggot BSF sebagai alternatif pakan burung bahkan juga bisa menggeser kroto, karena nilai efisiensi tinggi dan mudah dibudidayakan.

Kegunaan dan Manfaat Maggot BSF untuk Ikan

Maggot BSF juga menjadi sumber protein baik untuk ikan. Maggot memakan limbah restoran, sayuran, limbah rumah tangga dan dapat mengurai sampah organik. Adapun manfaat Maggot BSF untuk ikan, contohnya yaitu jenis ikan hias predator adalah sebagai berikut.

  • Mempercepat pertumbuhan ikan dan membantu meningkatkan sistem imun pada ikan 
  • Mendorong ikan supaya lebih sehat (terlihat gemuk, agresif, dan lincah)
  • Meningkatkan survival rate
  • Memperbaiki dan juga meningkatkan kualitas pada warna ikan
  • Mempertahankan karakter ikan

Nah, sekarang anda sudah mengenal Maggot BSF, kandungan nutrisi, dan beragam manfaatnya. Ternyata Maggot BSF sebagai pakan hewan ternak seperti ikan, burung dan ayam ini mendatangkan berbagai kebaikan, ya. Tak diragukan lagi jika budidaya Maggot sangat menguntungkan di dalam ranah peternakan serta pasar luas.