Dunia Informasi untuk anda
Mangga  

Cara Menanam Pohon Mangga dari Biji agar Cepat Berbuah

Adakah yang tidak suka makan buah mangga? Seperti banyak sekali orang yang menyukai buah mangga, baik yang dimakan secara langsung ataupun diolah terlebih dahulu. Anda akan dengan mudah menemukan berbagai varietas buah mangga saat sudah memasuki musimnya di bulan-bulan tertentu.

Cara paling mudah mendapatkan buah mangga adalah dengan membelinya di pedagang buah yang ada di pasar, pinggir jalan, atau membelinya di supermarket. Namun tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan buah mangga hasil dari menanam pohon mangga sendiri. Bagaimanakah caranya? Yuk simak penjelasannya dalam artikel ini.

Menanam Pohon Mangga di Rumah 

cara menanam pohon mangga dari biji agar cepat berbuah

Pohon mangga merupakan tanaman buah tahunan yang banyak ditemukan di sekitar rumah. Jenis pohon mangga yang ditanam juga sangat beragam, mulai dari mangga arumanis, mangga golek, mangga manalagi, mangga cengkir, dan lainnya. Tentunya jenis-jenis mangga tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing yang membuat mangga memiliki bentuk, rasa, dan tekstur yang beragam.

Tahukah Anda ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar pohon mangga bisa tumbuh hingga akhirnya berbuah, syarat tumbuh pohon mangga tersebut diantaranya,

1. Iklim

Pohon mangga cocok tumbuh di daerah dengan iklim kering seperti musim kemarau, musim kering merupakan masa pohon mangga untuk berbunga. Biasanya akan berbuah selama tiga bulan setiap tahunnya.

Sedangkan jika ditanam di daerah yang basah, maka pohon mangga berpotensi terserang hama dan penyakit. Selain itu, bunga atau bakal buahnya juga akan berguguran saat muncul di musim hujan.

2. Ketinggian tempat

Selain iklim, ketinggian tempat juga mempengaruhi tumbuh atau tidaknya pohon mangga. Sebenarnya berpengaruh pada buah yang dihasilkan. Pohon mangga sangat cocok ditanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 0-500 mdpl. Pohon mangga yang ditanam di ketinggian ini akan menghasilkan buah yang bermutu baik, dan juga memiliki jumlah yang banyak, sedangkan pohon mangga yang ditanam di dataran tinggi buahnya tidak begitu banyak.

Baca Juga:  Ini Dia Cara Cangkok Mangga dengan Media Air yang Benar

3. Media tanam

Saat menanam pohon mangga Anda juga perlu memperhatikan media tanam yang digunakan. Pohon mangga bisa tumbuh dengan baik jika ditanam di tanah yang gembur dan memiliki banyak kandungan humus, tanah tersebut juga mengandung lempung dan pasir dalam jumlah yang seimbang. Selain itu, pH tanah atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5-7,5.  Jika pohon mangga ditanam di tanah dengan pH kurang dari 5,5, sebaiknya Anda berikan dolomit.

Tahapan Pembibitan Pohon Mangga

Saat Anda akan menanam pohon mangga, ada beberapa tahap yang perlu dilalui mulai dari biji yang dijadikan bibit hingga pohon mangga tersebut tumbuh, menghasilkan buah dan akhirnya dipanen. Tahapan menanam pohon mangga diantaranya.

Pembibitan

Bibit pohon mangga ini didapatkan dari biji yang ada di dalam daging buah, Anda perlu memastikan kalau biji mangga tersebut berasal dari mangga yang berkualitas, sehat, dan tidak membawa bibit penyakit. Cara mendapatkan bibit mangga bisa Anda simak berikut ini,

  1. Kulit mangga dikupas, pisahkan daging buah dengan biji buahnya. Jika Anda ingin menanam satu pohon mangga, maka hanya perlu satu biji saja, jika ingin menanam dalam jumlah yang banyak, maka siapkan biji buah mangga yang banyak.
  2. Biji mangga yang sudah dipisahkan dari dagingnya tadi, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur langsung di bawah terik matahari. Pengeringan biji mangga ini dilakukan agar pericarp (lapisan kulit biji) pecah, sehingga dapat diambil kotiledon (keping lembaganya). Kotiledon inilah yang akan digunakan sebagai bibit mangga yang akan Anda tanam.
  3. Lalu bagaimana cara mengambil kotiledon? Mudah saja, Anda hanya perlu memisahkan kotiledon dengan pericarp, pertama tusuk ujung pericarp yang terasa berongga, kemudian iris pericarp tersebut secara perlahan. Lakukan pengambilan bibit tersebut dengan hati-hati dan pastikan kotiledon tidak tergores.
  4. Setelah mendapatkan kotiledon, Anda perlu menyiapkan lahan, untuk persemaian bibit pohon mangga. Lahan semai ini bisa berupa kotak plastik yang memiliki ukuran 100×50 cm, atau bisa juga langsung menggunakan lahan pekarangan atau kebun, Anda buat lubang persemaian sekitar 30×40 cm.
  5. Proses persemaian biji mangga ini dilakukan menggunakan media yang terbuat dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
  6. Masukan biji ke lubang semai, lalu tutup lubang tersebut menggunakan sisa tanaman atau plastik, pastikan agar lahan semai tidak lembap.
  7. Anda juga perlu memastikan bibit mangga tersebut tidak kekurangan air. Bibit akan mulai berkecambah dalam waktu 2 minggu.
  8. Setelah 4 bulan, bibit mangga sudah mencapai tinggi 25-30 cm, sebaiknya pindahkan ke polybag.
  9. Setelah 6 bulan, Anda sudah bisa memindahkan bibit mangga tersebut ke lahan kebun atau pekarangan.
Baca Juga:  Cara Menanam Pohon Mangga Agar Tidak Tinggi

Persiapan lahan untuk menanam pohon mangga 

Sekitar 2 minggu sebelum bibit siap dipindahkan, sebaiknya Anda mulai menyiapkan lahan tanamnya.

  1. Cangkul tanah yang akan dijadikan sebagai lahan tanam agar tanahnya tidak menggumpal dan tanah jadi lebih gembur.
  2. Biarkan selama 1,5 minggu agar tanah jadi lebih kering dan gas-gas beracun dalam tanah ikut menguap.
  3. Untuk tanah yang subur, pastikan jarak tanamnya renggang, sedangkan untuk tanah yang kurang subur jarak tanamnya dibuat sedikit rapat

Proses Menanam Pohon Mangga

Jika bibit dan lahan tanam sudah siap, selanjutnya adalah proses penanaman bibit pohon mangga tersebut, Anda dapat mengikuti beberapa langkah di bawah ini,

  1. Gunting polybag yang menampung bibit, kemudian masukan tanah beserta bibit pohon mangga dari polybag ke lubang tanam yang sudah Anda sediakan sebelumnya.
  2. Timbun tanaman mangga tersebut hingga membentuk gundukan.
  3. Pasang kayu di sekitar batang pohon mangga agar pohon mangga kokoh dan tidak mudah tumbang terkena angin, hingga akar pohon menyatu sepenuhnya dengan tanah.
  4. Jika diperlukan, Anda bisa menanam pohon pelindung di sekitar pohon mangga, pohon pelindung ini contohnya pohon asam atau pohon trembesi.

Proses Pemeliharaan hingga Panen

Tentunya menanam pohon mangga tidak cukup sampai di penanaman bibitnya saja, Anda perlu melalui proses yang cukup panjang lagi hingga pohon mangga tersebut tumbuh besar dan berbuah. Maka dari itu, Anda perlu melakukan pemeliharaan dengan baik agar buah yang dihasilkan juga berkualitas. Beberapa proses pemeliharaan yang perlu Anda lakukan diantaranya,

  • Penyiangan: mencabut rumput liar yang ada di sekitar tanaman mangga, karena mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Pembumbunan: menimbun kembali tanah yang merosot akibat penyiraman air pada tanaman.
  • Pemupukan: pemupukan dilakukan menggunakan pupuk organik dan anorganik untuk kesuburan tanaman.
  • Pemangkasan: pemangkasan daun dilakukan agar buah mangga yang dihasilkan lebih baik.
  • Pengendalian hama penyakit: penyemprotan pestisida dan insektisida saat hama menyerang tanaman.
Baca Juga:  Cara Merawat Pohon Mangga yang sedang Berbunga agar Menghasilkan Buah Melimpah

Untuk pohon mangga yang ditanam dari bijinya, butuh waktu sekitar 5-6 tahun hingga pohon mangga tersebut dapat dipanen. Itulah beberapa cara menanam pohon mangga mulai dari proses pembibitan biji mangga hingga proses pemeliharaan pohon mangga dan akhirnya pohon mangga tersebut menghasilkan buah yang berkualitas.