Dunia Informasi untuk anda

Apakah Kaitan Antara Ciri Khusus Makhluk Hidup dengan Karakteristik Habitatnya

Salah satu ciri – ciri makhluk hidup adalah mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap lingkungannya dan mampu bertahan hidup di lingkungannya. 

Tempat hidup sangat tergantung terhadap ciri – ciri khusus yang dimiliki oleh suatu jenis makhluk hidup. Hal ini dikarenakan ciri – ciri khusus makhluk hidup sangat mempengaruhi dan memiliki hubungan erat dengan karakteristik tempat tinggalnya. 

Penjelasan kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Habitat merupakan tempat tinggal atau tempat hidup suatu makhluk hidup pada jangka panjang atau waktu yang lama. 

apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya
apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Pada setiap makhluk hidup pasti memiliki ciri – ciri khusus yang tergantung pada habitatnya. Dari ciri khusus makhluk hidup tersebut akan mempermudah kelangsungan hidup pada habitatnya, karena makhluk hidup akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Sebagai contoh manusia yang hidup pada daerah tropis maka akan memiliki kulit yang gelap, Kaktus mempunyai daun yang berduri tajam dan memiliki akar yang panjang, karena Kaktus hidup di habitat yang lingkunganya kering dan panas. 

Contoh lain, Bunglon bisa berubah warna sesuai dengan tempat yang dihinggapinya, Pohon jati akan menggugurkan daun – daunnya pada musim panas karena bisa mengurangi penguapan.

Sedangkan Adaptasi merupakan suatu proses yang dilakukan dan sifat yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup agar bisa mempertahankan hidup di lingkungannya. Hal ini merupakan mekanisme agar makhluk hidup bisa mengatasi kondisi sulit di lingkungannya. 

Baca Juga:  7 Alasan Mengapa Kita Harus Melestarikan Sumber Energi

Adaptasi makhluk hidup itu sendiri dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Adaptasi Morfologi

adalah suatu adaptasi yang dilakukan oleh bentuk tubuh, misalnya saja pada Hewan Bebek yang memiliki selaput renang pada kakinya agar bisa berjalan pada lingkungan yang berlumpur, Pada Burung Elang memiliki paruh dan kuku yang cukup runcing sehingga bisa digunakan untuk menangkap makanan. 

2. Adaptasi fisiologi

adalah suatu adaptasi yang dilakukan oleh fungsi tubuh, dengan tujuan agar bisa bertahan hidup dalam kondisi lingkungan tempat berada tersebut. Misalnya saja manusia yang bertempat tinggal pada daerah tropis maka akan mempunyai kulit yang lebih gelap. Kulit hitam ini disebabkan oleh adanya tingkat melanin yang tinggi. Melanin itu sendiri memiliki fungsi untuk melindungi diri dari bahaya sinar ultraviolet matahari yang bisa menyebabkan kanker. 

3. Adaptasi tingkah laku

adalah suatu adaptasi yang dilakukan dengan tingkah laku suatu makhluk hidup. Sebagai contoh pada Hewan Bunglon akan merubah warna kulitnya ketika berada pada lingkungan yang dihinggapinya. 

Mengapa hewan memiliki ciri khusus yang sesuai habitatnya?

Karena masing – masing hewan pasti memiliki ciri khusus yang mampu membedakannya dengan hewan lain. Berguna untuk beradaptasi dengan lingkungannya, mencari makan, dan mempertahankan diri. 

Ciri khusus tersebut sangat berhubungan dengan kemampuannya dalam mempertahankan hidup, sehingga ciri khusus itulah yang bisa membawa setiap hewan untuk tetap bertahan hidup pada lingkungannya.

  1. Hewan Kucing. Kucing mampu mencium bau pada jarak beberapa ratus meter. Kucing juga mampu berlari secara cepat. Karena kucing memiliki kekuatan otot yang cukup, dari kekuatan otot inilah yang membuat kucing mampu melompat dan berlari. Selain itu, kucing juga mampu melakukan gerakan berputar di udara ketika jatuh dari ketinggian.  
  2. Hewan Cicak. Cicak memiliki perekat pada ujung – ujung jari kakinya. Cicak mampu mengatur banyaknya perekat yang dikeluarkan sehingga cicak bisa tetap bergerak cepat merayap pada dinding – dinding rumah tanpa terjatuh. Selain itu cicak juga memiliki kemampuan autotomi yaitu cicak mampu memutuskan ekornya untuk mempertahankan hidupnya dari serangan mangsa. 
  3. Hewan Kelelawar. Pada keadaan gelap sekalipun, kelelawar tidak pernah menabrak benda yang dilaluinya, bahkan tidak pernah mengalami kesulitan dalam mencari makanan di malam hari. Hal ini karena kelelawar memiliki indra pembau dan pendengar yang sangat tajam. Sehingga kelelawar bisa menentukan arah tebang dan menghindari tabrakan. 
  4. Hewan Unta. Unta merupakan hewan yang hidup di gurun pasir. Ciri khusus dari unta adalah memiliki punuk. Punuk unta ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga unta mampu bertahan walaupun hidup pada daerah yang cukup ekstrim. 
  5. Hewan Landak. Ciri khusus yang dimiliki oleh hewan ini adalah duri yang ada pada tubuhnya. Fungsinya yaitu sebagai bentuk perlindungan dan pertahanan diri dari serangan mangsa. 
Baca Juga:  Sebutkan Prinsip-Prinsip Dasar Lempar Cakram

Mengapa setiap makhluk hidup memiliki ciri khusus?

Setiap hewan yang berada di bumi ini memiliki ciri khusus dan dibekali kemampuan beradaptasi oleh Tuhan yang memiliki fungsi untuk membedakan jenis hewan satu dengan hewan yang lainnya. 

Dimana ciri – ciri khusus merupakan ciri yang harus dimiliki oleh makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungannya, jenis makanannya, serta alat pernafasan dan pemangsanya. 

Ada jenis hewan yang dibedakan berdasarkan oleh tempat hidupnya seperti hewan yang hidupnya di darat, laut dan udara. Ada pula jenis hewan yang dibedakan berdasarkan dengan jenis ukurannya, seperti hewan yang kecil dan hewan yang besar. 

Cara beradaptasi tiap – tiap makhluk hidup juga berbeda- beda seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu dengan cara morfologis, fisiologis dan tingkah laku.

Ciri – ciri khusus makhluk hidup

Ciri – ciri khusus makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan dan tumbuhan. Masing – masing memiliki ciri khusus meskipun tidak sama. Berikut penjelasannya:

  1. Bernafas. Merupakan ciri yang paling umum dan yang utama. Semua makhluk hidup pasti bernafas karena inilah salah satu cara untuk bertahan hidup.meskipun tidak semua makhluk hidup bernafas dengan cara yang sama. Pada manusia bernafas dengan paru – paru, tumbuhan dengan proses fotosintesis, pada hewan juga berbeda – beda ada yang menggunakan insang, trakea, kulit dan sebagainya.
  2. Bergerak. Pada hewan dan manusia melakukan gerak seperti berjalan dan berlari atau terbang. Sedangkan tumbuhan bergerak atas reaksi terhadap lingkungannya. 
  3. Bereaksi terhadap rangsang atau iritabilitas. Setiap makhluk hidup pasti mampu menanggapi atau menerima rangsangan yang bisa dirasakan seperti bunyi, cahaya, rasa, sentuhan, bau dan lain sebagainya. 
  4. Tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada hewan dan manusia terjadi hampir memiliki kemiripan. Seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, volume dan lain sebagainya. Namun pada hewan dan manusia pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara terus menerus dan bisa berhenti. Tidak halnya dengan tumbuhan selama tumbuhan masih hidup maka akan terus mengalami pertumbuhan. 
  5. Bereproduksi dan berkembang biak. Cara berkembang biak pada setiap makhluk hidup berbeda – beda. Manusia berkembang biak dengan cara beranak. Hewan berkembang biak dengan cara beranak, bertelur, membelah diri dan lain sebagainya, sedangkan tumbuhan berkembang biak dengan cara vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin).
Baca Juga:  Jelaskan Sarana Hubungan Internasional Menurut J Frankel

Mengeluarkan zat sisa. Ketika tubuh sudah mendapatkan nutrisi yang cukup dan sudah diproses, maka pasti akan menghasilkan zat- zat dalam tubuh. Kemudian zat yang sudah tidak terpakai akan dikeluarkan oleh tubuh. Hewan dan manusia memiliki cara yang sama untuk mengeluarkan zat sisa contohnya dalam bentuk gas, zat cair, dan zat padat. Sedangkan pada tumbuhan proses mengeluarkan zat sisa dilakukan melalui stomata.