Dunia Informasi untuk anda

Ciri Ciri Serat dari Biji

Bagi segala jenis tanaman, biji adalah alat reproduksi utama. Di dalam biji, embrio yang berfungsi sebagai komponen penting tanaman terbungkus dalam lapisan pelindung. Hampir semua jenis tumbuhan menghasilkan biji, namun penyebarannya akan menentukan seberapa baik benih itu tumbuh. Perkembangan tanaman akan meningkat jika benih disebarluaskan dengan baik.

Biji memiliki kandungan air antara 30 dan 55 persen, sehingga sangat baik bagi tumbuhan untuk berkembang biak atau sebagai bahan pangan yang bernutrisi. Jadi, berdasarkan penjelasan sebelumnya, biji juga bermanfaat bagi manusia, terutama sebagai sumber penghasilan.

Kulit terluar, embrio, dan cadangan makanan merupakan tiga komponen paling penting dari biji. Sarcotesta, sebutan untuk sejenis biji yang memiliki penampilan lapisan dalam mengikuti kulit luar. Endotesta dan sclerotesta adalah dua komponen sarcotesta. Lapisan terdalam, endotesta, memiliki struktur yang lebih berdaging dan lebih tipis. Lapisan tengah, atau sclerotesta, memiliki struktur yang tebal dan kaku.

Biji datang dalam berbagai bentuk dalam tanaman. Beberapa jenis biji telah diubah menjadi serat karena memenuhi beberapa kriteria dan manfaat. Contohnya seperti kapas dan biji pohon kapuk. Kapas dan kapuk saat ini jarang dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil. Hal ini sebagai akibat dari penurunan peminat kapas dan kapuk. Berlawanan dengan tekstil atau kerajinan lainnya, orang lebih sering menggunakan kapas sebagai komponen dalam kosmetik.

Apakah ada serat dari biji?

Ya, biji memiliki serat. Serat yang tumbuh dari polong tanaman dikenal sebagai serat biji. Rambut dan bagian luar biji, serta bagian dalam biji, semuanya merupakan sumber serat dari biji yang memiliki banyak manfaat. Selain untuk bahan pangan dan pelengkap nutrisi tubuh, serat dari beberapa jenis biji juga bisa dijadikan bahan tekstil.

Tanaman yang memiliki serat biji antara lain seperti serat biji gandum, serat biji jagung, serat biji milkweed, serat biji kacang polong, serat biji kapas, serat biji kapuk, dan serat pohon benang sutra. Serat kapas menjadi salah satu jenis serat alami pilihan teratas dalam industri tekstil karena terbilang praktis dan nyaman.

Apa karakteristik serat dari biji?

Serat kapas adalah serat alam yang terbuat dari buah tanaman kapas yang tumbuh di iklim tropis ataupun subtropis. Ketika buah sudah terbuka penuh/mekar atau warna kelopak menjadi kecoklatan, serat kapas ini siap untuk dipanen. Selain itu, serat kapas juga halus jika dipegang.

Jika dilihat secara fisik, serat kapas memiliki bentuk tunggal memanjang yang pipih, berongga, dan memiliki struktur seperti pita yang terpuntir atau terpuntir. Panjang serat sekitar 1200-1500 kali lebarnya, atau 16-52 mm, tergantung pada jenis kapas yang digunakan.

Ciri Ciri Serat Dari Biji

ciri ciri serat dari biji
ciri ciri serat dari biji

Serat dari biji kapas ini, meskipun serupa dengan serat lain yang sering digunakan untuk memproduksi benang dan garmen, serat kapas juga mengandung sejumlah ciri khas serta kualitas unik. Serat kapas memiliki kualitas tertentu yang membedakannya dari serat lainnya, seperti:

  1. Serat kapas terbilang kuat dan memiliki tekstur yang agak kaku. Hal tersebut serta daya tahannya pada perubahan bentuk dapat dikalkulasi dengan cara membandingkan kekuatannya saat serat putus dengan mulur saat putus.
  2. Serat kapas memiliki kecenderungan untuk menyerap keringat dan membuat Anda tetap sejuk di cuaca panas, tetapi juga membuat Anda tetap hangat di cuaca dingin.
  3. Karena cuaca, debu, dan kotoran, rona alami dari serat kapas yang tidak terlalu putih dan bahkan kecoklatan, bisa berubah menjadi agak abu-abu.
  4. Kapas adalah bahan alami yang tidak menyebabkan alergi atau iritasi kulit. Jadi, individu berkulit sensitif dapat dengan aman menggunakan tekstil yang dibuat dari bahan ini.
  5. Serat kapas mudah kusut dan cenderung menyusut. Oleh karena itu, penting untuk mencuci pakaian yang dibuat dari serat ini dengan benar dalam air dingin untuk meminimalkan penyusutan dan menyetrikanya menggunakan uap tinggi untuk menghilangkan kusut.
  6. Saat disetrika dengan suhu tinggi, serat kapas tahan akan panas.
  7. Dalam keadaan basah, serat kapas dapat mengalami peningkatan kekuatan 20%. Konsentrasi selulosa, yang meningkat dengan kelembaban, mempengaruhi kekuatan serat kapas itu sendiri.
  8. Serat kapas tidak tahan terhadap jamur, dan jika dipanen dari tanaman yang berjamur, seratnya menjadi biru dan bahkan tidak mungkin bisa dihilangkan dengan pemutih.
  9. Serat kapas sering mudah terbakar. Jika terbakar memiliki aroma atau bau kertas, dan hasil pembakarannya menjadi abu.
  10. Dibandingkan dengan serat selulosa lainnya, serat kapas saat putus memiliki kapasitas regangan tinggi dengan rata-rata 7%.
Baca Juga:  Jelaskan Peran Produsen Penting Dalam Sebuah Rantai Makanan

Tekstur Serat dari Biji

Biji memiliki tekstur yang keras karena memiliki lapisan pelindung untuk melindungi embrio yang ada di dalamnya sebagai calon tanaman baru. Biji bagian dalam biasanya memiliki tekstur yang lebih rapuh daripada bagian luarnya, karena bagian dalamnya berisi serat atau jaringan dari bakal tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan.

Bagian terkeras biji atau bagian kulit biji tumbuh dari jaringan integumen yang awalnya mengelilingi bakal biji. Kulit biji dari biji yang matang bisa setipis kertas (seperti halnya kasus kacang tanah) atau tebal dan sangat keras seperti dalam kasus kelapa. Penutup benih ini melindungi embrio atau bakal tanaman dari kerusakan mekanis dan kekeringan.

Bagian dalam biji terdapat embrio dan cadangan makanan. Sebuah tanaman baru akan muncul dari embrio jika keadaan lingkungannya sedang menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan embrio itu sendiri. Embrio akan menumbuhkan daun dan jumlah daun tersebut bervariasi berdasarkan jenisnya.

Satu daun terdapat pada tumbuhan monokotil, dua daun terdapat pada hampir semua tumbuhan dikotil, dan tiga atau lebih terdapat pada tumbuhan berbiji terbuka. Embrio ini juga memiliki akar potensial yang dikenal sebagai radikula dan tunas potensial yang dikenal sebagai plumula. Epikotil dan hipokotil calon batang masing-masing adalah daerah di atas dan di bawah titik perlekatan daun institusional.

Selain embrio, di dalam biji juga terdapat cadangan makanan yang dibutuhkan oleh bakal tanaman agar dapat tumbuh dan membesar. Tergantung pada jenis tanaman, nutrisi disimpan dalam berbagai bentuk. Cadangan dalam angiospermae ini berasal dari endosperma, jaringan yang berkembang dari tanaman induk melalui proses pembuahan ganda. Endosperm yang sering triploid banyak mengandung protein, karbohidrat, dan minyak nabati.

Baca Juga:  Sebutkan Prinsip-Prinsip Dasar Lempar Cakram

Jaringan makanan cadangan ini bersifat haploid pada gymnospermae seperti tumbuhan runjung karena berasal dari gametofit betina. Ketika lembaga berkecambah, ia menggunakan simpanan makanan dari endosperma atau gametofit betina yang terkait dengan spesies tertentu. Pada beberapa spesies, lembaga telah menyerap cadangan makanan endosperm selama tahap perkembangan benih dan kemudian menyimpannya di daun lembaga. Dalam contoh terakhir, benih dewasa disebut sebagai benih exalbumin karena tidak lagi memiliki endosperma.

Contohnya seperti biji lobak, bunga matahari, dan kacang-kacangan seperti buncis, kacang merah, dan kacang polong. Biji albuminous, di sisi lain, adalah contoh biji endosperma yang matang. Jenis biji albumin hadir di sebagian besar monokotil (seperti rumput dan palem), beberapa dikotil (seperti jarak pagar), dan semua gymnospermae.