Dunia Informasi untuk anda

Mengapa Teh Tidak Dapat Tumbuh Di Dataran Rendah Jelaskan

Tanaman teh merupakan salah satu jenis tanaman perdu yang memiliki daun hijau. Tidak hanya bisa dijadikan bahan minuman, tanaman teh juga memiliki fungsi untuk menjaga lingkungan. Di Indonesia sendiri, tanaman teh dapat tumbuh subur di wilayah pegunungan dengan yang memiliki udara sejuk. Oleh karena itu, biasanya muncul pertanyaan mengapa teh tidak dapat tumbuh di dataran rendah jelaskan, temukan jawabannya di bawah ini.

Penyebab teh tidak dapat tumbuh di dataran rendah

Mengapa Teh Tidak Dapat Tumbuh Di Dataran Rendah Jelaskan

Menanam teh merupakan tantangan tersendiri, karena iklim, curah hujan, suhu, sinar matahari, angin dan tanah sangat berpengaruh pada pertumbuhan teh. Jadi, tidak heran bila the ditaman di daerah dataran tinggi bukan di dataran rendah. 

Mengapa teh tidak dapat tumbuh di dataran rendah jelaskan. Teh tidak dapat tumbuh maksimal di dataran rendah karena karakteristiknya yang tidak mendukung antara lain yaitu:

Tekstur tanah 

Secara sederhana, tekstur tanah adalah keadaan tingkat kehalusan pada tanah yang terjadi karena adanya perbedaan kandungan fraksi pasir, liat dan debu yang terkandung di dalam tanah tersebut. 

Ciri utama tekstur tanah dataran rendah yaitu beragam mulai dari gembur bahkan sampai tanah gambut, karena dipengaruhi oleh permukaan laut yang letaknya berdekatan. Nah, karena hal inilah, tanaman teh tidak dapat tumbuh subur di dataran rendah. 

pH Tanah

Selanjutnya, pH tanah di dataran rendah juga beragam mulai dari masa, asam hingga netral, sehingga lebih cocok untuk tanaman yang memiliki pH netral mulai dari 6,5 sampai 7,5. Apabila tanah terlalu basa atau asam, maka kandungan haranya tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman. Adapun tanaman dataran rendah yang bisa tumbuh subur seperti padi, kelapa, pisang, jeruk limau dan masih banyak lagi. 

Tanah yang cocok untuk tanaman teh

Setelah mengetahui sebab mengapa teh tidak dapat tumbuh di dataran rendah jelaskan. Selanjutnya akan membahas tanah yang cocok untuk menanam tumbuhan teh. Di Indonesia sendiri tanaman ini hanya ditanam didaerah dataran tinggi antara 700 sampai 2000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dimana tanaman teh dapat tumbuh dengan baik. 

Ketinggian tempat perkebunan teh menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada, pertumbuhan, kualitas dan hasil teh itu sendiri. Sebagai tanaman dataran tinggi, teh akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan teh yang berkualitas tinggi di daerah ini.

Tanaman teh berakar dangkal dan sangat peka terhadap keadaan struktur tanah sehingga lumayan sulit untuk menembus lapisan tanah, oleh karena itu tanah yang cocok untuk tanaman ini ialah tanah yang serasi. 

Tanah yang serasi merupakan tanah yang subur, mengandung banyak bahan organic, tidak terdapat cadar dan memiliki derajat keasaman antara 4,5 sampai 6,0. Adapun tanah yang baik untuk tanaman teh terletak di daerah lereng gunung berapi atau dikenal dengan sebutan andisol. 

Selain itu, suhu juga berpengaruh pada perkembangan tanaman teh. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman teh adalah berkisar antara 130 sampai 240  dengan kelembaban relatif siang hari lebih dari 70%, lalu curah hujan tahunan tidak kurang dari 2.000 mm dengan penanaman curah hujan kurang dari 60 mm dan tidak lebih dari 2 bulan karena tanaman teh tidak tanah terhadap kekeringan.

Baca Juga:  Jelaskan Hal Hal Apa Saja Yg Menghambat Kreativitas Seseorang

Tak hanya itu, keberadaan sinar matahari juga berpengaruh pada tanaman teh, kekurangan cahaya matahari akan menyebabkan tanaman teh mengalami kelainan etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang tidak normal seperti pucat dan tidak berkembang. Sedangkan kelebihan sinar matahari akan menyebabkan tanaman teh tumbuh lebih pendek. 

Cara merawat tanaman teh

Setelah mengetahui Mengapa teh tidak dapat tumbuh di dataran rendah jelaskan dan struktur tanah yang cocok untuk menanam teh, berikut akan kami bagikan tips cara merawat teh untuk kebun teh terdekat yang anda miliki. 

Pemangkasan Tanaman Pelindung

Tanaman teh biasanya memiliki tanaman pelindung seperti Theprosia sp dan Crotaria sp. Umumnya, setelah 6 bulan tinggi tanaman pelindung bisa lebih dari 1 m, sehingga perlu dilakukan pemangkasan agar tidak mempengaruhi pertumbuhan teh. 

Pemangkasan sendiri dilakukan pada tinggi 50 cm kemudian sisanya dihamparkan sebagai mulsa disekitar tanaman teh. Pastikan anda melakukan pemangkasan setiap 6 bulan sekali khususnya pada waktu musim hujan. 

Mengendalikan Gulma

Langkah selanjutnya dalam perawatan tumbuhan teh adalah dengan mengendalikan tumbuhan gulma pada area tanaman teh muda dan tanaman teh produktif. Faktanya, gulma pertumbuhannya sangat cepat dan merugikan karena mampu mengambil unsur hara, cahaya matahari, air serta ruang tumbuh yang dibutuhkan tanaman teh. 

Mengendalikan Hama 

Kemudian lakukan pengendalian hama seperti ulat yang dapat menyerang daun muda, pucuk dan daun tua. Hal tersebut ditandai dengan lubang yang terdapat pada daun. Untuk itu, lakukan pemupukan dan pengaplikasian insektisida jenis Lannate L atau Lannete 35 WP.

Serangga lain yang menyerang daun teh hijau yaitu hama Homona Aoffearia atau ulat penggulung daun. Ciri utama daun yang dijangkit hama ini yaitu daun yang tergulung atau terlipat. Untuk menanggulangi hama ini bisa dilakukan dengan menggunakan insektisida Ripcord 5 EC. 

Selanjutnya ada hama Helopeltis antonii yang berbentuk seperti nyamuk. Hama ini akan menyerang daun dan ranting muda yang ditandai dengan bercak kehitaman, lalu mengering. Langkah pengendalian yaitu dengan mengatur pola petik daun selama 7 hari dan melakukan perawatan berimbang seperti pemupukan, sanitasi dan pengaplikasian insektisida. 

Baca Juga:  Apa Peran Pengurai Bagi Produsen Dalam Rantai Makanan

Mengendalikan Penyakit

Selain hama, tanaman teh juga rentan terhadap penyakit seperti cacar air yang disebabkan oleh jamur Exobasidium vexans, umumnya bagian yang sering diserang adalah daun dan ranting muda. Gejala utamanya berupa bintik kecil yang tembus cahaya dengan besaran sekitar 0,25 cm. 

Untuk pengendaliannya dengan mengurangi tanaman pelindung dan melakukan pemetikan dengan sistem daun pendek yaitu sekitar 9 hari, lakukan juga pemangkasan sejajar dengan permukaan tanah. 

Selanjutnya ada penyakit akar merah, yaitu penyakit yang disebabkan oleh jamur jenis ganoderma pseudoferreum. Adapun gejala utamanya yaitu tanaman yang mulai menguning, lalu layu bahkan mati. 

Adapun cara untuk mengendalikan penyakit ini yaitu dengan membongkar tanaman, lalu membakar tanaman yang terserang tersebut. Tak selesai di situ, lakukan penggalian selokan dengan kedalaman 60 – 100 cm pada sekeliling tanaman yang sehat kemudian lakukan fumigasi menggunakan metal bromide taua vapam. 

Penyakit lain yang menyerang tanaman teh adalah busuk daun yang disebabkan oleh jamur Cylindrocladum scoparium, gejalanya daun membusuk yang ditandai dengan bercak coklat, kemudian daun rontok bahkan stek mati. Untuk pengendaliannya lakukan pencelupan stek dalam fungisida dan semprotkan benomy 0,2 %.  Demikianlah informasi singkat mengenai mengapa teh tidak dapat tumbuh di dataran rendah jelaskan, tanah yang cocok untuk menanam teh dan cara merawat tanaman the agar menghasilkan tanaman teh terbaik dan berkualitas tinggi.