Dunia Informasi untuk anda

Jelaskan Bukti Empirik Prinsip Perubahan dan Keberlanjutan

Di dalam sebuah kajian keilmuan mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar istilah bukti empirik. Biasanya istilah ini sering muncul dan digunakan dalam sebuah penelitian, untuk menghilangkan rasa penasaran Anda alangkah baiknya simak dan ikuti beberapa penjelasan berikut ini!

Apa Itu Bukti Empirik

Jadi yang dimaksud dengan bukti empirik adalah sumber pengetahuan yang mana dapat diperoleh dari sebuah observasi maupun percobaan. Bukti empirik merupakan informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran maupun kebohongan suatu klaim empiris.

Di dalam bukti empirik indra merupakan sumber utamanya, di sini seseorang hanya dapat mengklaim mempunyai pengetahuan apabila seseorang tersebut mempunyai kepercayaan yang benar sesuai bukti empiris. Bukti empirik ini juga diartikan sebagai hasil dari suatu percobaan.

Pada dasarnya bukti empirik ini bertolak belakang dengan rasionalisme di mana akal dianggap sebagai bukti kebenaran maupun kebohongan.

Jika Anda tahu dalam komunitas ilmiah sains adanya bukti empirik ini sangat penting untuk sebuah hipotesis bisa diterima.

Prinsip PERUBAHAN dan KEBERLANJUTAN dalam Sejarah

jelaskan bukti empirik prinsip perubahan dan keberlanjutan

Setelah Anda memahami penjelasan mengenai bukti empirik perubahan dan keberlanjutan maka, selanjutnya perlu dipahami juga seperti apa prinsip keduanya dalam sejarah. 

Sebenarnya dalam memahami suatu prinsip perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah Anda bisa mengambil garis merahnya dari pengertian masing-masing. 

Prinsip dari perubahan ini secara sederhananya yakni peristiwa yang terjadi akan menyebabkan suatu perubahan pada cara hidup manusia. Sedangkan prinsip keberlanjutan setiap peristiwa yang terjadi akan berdampak terhadap terjadinya peristiwa berikutnya.

Baca Juga:  Jelaskan Tiga Teknik Penerapan Ragam Hias Diatas Bahan Tekstil

Jika dilihat dari jenisnya perubahan sejarah terdapat dua hal penting yaitu:

  1. Perkembangan kehidupan manusia atau masyarakat ada yang berlangsung lambat biasa disebut dengan evolusi dan ada pula yang berlangsung cepat atau revolusi.  Contohnya: evolusi : di mana masyarakat desa menjadi masyarakat perkotaan. Sementara untuk revolusi Kita lihat saja Revolusi Perancis atau Revolusi Industri.
  2. Arah perubahan yang dibedakan menjadi dua : progress (keadaan lebih baik) dan regres (keadaan lebih buruk)

Kurang lebih seperti itulah gambaran bukti empirik prinsip perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah yang bisa Anda tarik garis merahnya.

Contoh Perubahan dan Keberlanjutan dalam Sejarah

Untuk mempermudah Anda dalam memahami perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah perhatikan contoh berikut ini:

Suatu perubahan dalam sejarah yang paling familiar untuk diingat yaitu terjadinya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Perubahan mendasar mulai dari masyarakat Indonesia di zaman penjajahan sampai dengan merdeka.

Perkembangan bahasa Indonesia, Anda dapat membandingkan ketika di era kebijakan pemerintah kolonial Belanda dan pemerintah era Jepang. Kemudian bandingkan juga bahasa Indonesia ketika masa kebangkitan nasional dan era sekarang. Dari sinilah bisa Kita nilai dan tandai adanya perubahan dalam sejarah penting bahasa Indonesia.

Sementara dalam hal keberlanjutan dalam sejarah contohnya yaitu pada masa kerajaan Hindu Buddha sampai dengan datangnya kerajaan Islam. Ketiganya dapat diuraikan sebagai berikut : selama berada di sejarah panjang Hindu-Buddha dipahami sebagai konsep keberlanjutan sedangkan ketika masuknya Islam dan meruntuhkan pengaruh Hindu-Buddha inilah yang disebut sebagai konsep perubahan. 

Perubahan-perubahan yang terjadi ini adalah bentuk ketidaksamaan suatu keadaan yang satu dengan lainnya dari waktu ke waktu yang berlalu.

Konsep Perubahan dan Keberlanjutan dalam Sejarah

PERUBAHAN

Konsep Perubahan dan Keberlanjutan dalam sejarah bisa diartikan sebagai gejala-gejala yang biasa terjadi dalam setiap kehidupan manusia. Seiring berjalannya waktu baik cepat maupun lambat manusia akan mengalami perubahan.

Baca Juga:  Mengapa Umbi Batang Dapat Digunakan Untuk Berkembang Biak?

Lantas bagaimana cara Kita mengetahui kedua hal tersebut? tentunya dengan membandingkan dua atau lebih peristiwa maupun keadaan di masa lampau maupun masa kini. 

Perubahan sendiri yaitu keadaan yang berubah, jadi dapat dipahami dengan keadaan yang tidak sama antara masa sekarang dan masa mendatang. Tentunya semua itu terjadi karena adanya faktor internal maupun eksternal.

Faktor Internal Perubahan:

  • Adanya penambahan dan pengurangan pada jumlah penduduk, ini akan sangat berpengaruh.
  • Terdapat penemuan baru, seperti halnya Inventionyakni penemuan unsur kebudayaan baru yang diakui, selanjutnya discovery penemuan unsur budaya baru seperti alat atau gagasan
  • Pertentangan dalam masyarakat, pertentangan ini bisa muncul antar individu itu sendiri, atau individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
  • Revolusi dalam masyarakat

Faktor Eksternal Perubahan:

  • Pengaruh budaya luar/asing, hal ini akan sangat berpengaruh ketika budaya-budaya asing masuk ke suatu negara dan dikenal oleh masyarakat. Atau biasa Kita mengenalnya dengan akulturasi budaya. Di mana budaya lokal dimasuki budaya asing.
  • Peperangan, bisa dilihat dari zaman ke zaman seperti peristiwa bersejarah perang dunia I maupun II, bahkan yang masih saat ini terjadi di antara negara-negara tertentu. 
  • Lingkungan fisik, seperti halnya ketika terjadi peristiwa bencana alam yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, kelumpuhan aktivitas dan lain sebagainya.

Selain itu terdapat pula faktor yang menjadi pendorong perubahan 

  • Penduduk yang beraneka ragam (heterogeny)
  • Sistem masyarakat yang mau terbuka
  • Sistem pendidikan formal yang bermutu dan maju
  • Adanya orientasi ke masa depan

Faktor-faktor inilah yang mendorong terjadinya perubahan, tidak bisa Kita pungkiri bahwa perubahan itu bisa terjadi dengan sendirinya tanpa ada musabab tertentu. Selain faktor yang mendorong terjadinya suatu perubahan tentu ada juga faktor yang menghambat perubahan. Apa saja faktor-faktor penghambat itu?

  1. Adanya penghambatan perkembangan Ilmu Pengetahuan
  2. Kurangnya respon positif dari kelompok masyarakat tradisional
  3. Hubungan antar sesama masyarakat yang masih kurang
Baca Juga:  Mengapa Teh Tidak Dapat Tumbuh Di Dataran Rendah Jelaskan

KEBERLANJUTAN

Sesungguhnya setiap peristiwa tidak dapat berdiri sendiri artinya antara peristiwa satu dengan peristiwa lainnya memiliki kesinambungan dan tidak bisa dipisahkan. Sebagaimana konsep dari keberlanjutan dalam sejarah dimaknai sebagai rangkaian peristiwa dari masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang. Ketiga masa ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan saling berkesinambungan.

Seperti yang telah disampaikan oleh para ilmuan sejarah seperti Roeslan Abdul Gani yang menyatakan bahwa ilmu sejarah itu diibaratkan sebagai penglihatan tiga dimensi, yakni penglihatan ke masa silam/lalu, masa sekarang, dan masa depan. Begitu juga dengan tokoh lain Arnold J. Toynbee “to study history is to study the past to build the future”. Atau dapat dipahami dengan mempelajari sejarah adalah mempelajari akan masa lampau untuk membangun masa depan.

Pada intinya konsep waktu inilah yang menjadi tolak ukur terjadinya keberlanjutan. Misalkan saja Kita flashback pada kejadian atau kasus KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) di Indonesia. Sebenarnya KKN yang terjadi adalah keberlanjutan dari budaya KKN pada masa Orde Baru – menyambung ke masa KKN Orde Lama. Jadi, keberlanjutan akan kasus KKN ini bukanlah sesuatu yang asing lagi karena merupakan produk turunan dari generasi satu ke generasi berikutnya.

Demikian penjelasan mengenai bukti empirik, perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah. Semoga bermanfaat Terima Kasih.