Dunia Informasi untuk anda

Jelaskan Pembentukan BPUPKI

Pelajaran Sejarah menjadi pelajaran yang wajib diikuti oleh peserta didik saat menginjakan kaki dibangku Sekolah. Anda tentu pernah mengalami hal serupa bukan? Pelajaran Sejarah ini biasanya mengulas tentang Pahlawan atau asal muasal dari sesuatu yang penting. Jelaskan Pembentukan BPUPKI menjadi salah satu materi yang tentu dibahas dalam pelajaran Sejarah.

Bagaimana Pembentukan BPUPKI?

Bagaimana sih BPUPKI terbentuk? sebelum itu, marilah mengenal tentang apa itu BPUPKI. BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan atau jika dalam bahasa Jepang akan menjadi Dokuritsu Junbi Chosa-kai. BPUPKI ini dibentuk oleh Pemerintah yang tidak lain adalah Pemerintah penduduk bala tentara Jepang yang ada di pulau Jawa.

Jelaskan Pembentukan BPUPKI
Jelaskan Pembentukan BPUPKI

BPUPKI ini menjadi badan yang dibentuk oleh Jepang saat hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Hal ini juga bertepatan dengan Pemerintahan Jepang yang dikomandoi oleh AD ke-16 dan ke-25 yang tentunya menyetujui pembentukan BPUPKI pada 1 Maret 1945. Pembentukan dari BPUPKI ini tidak lain adalah sebagai pemenuhan janji dari Jepang kepada Indonesia yang dimana Jepang akan memberikan kemerdekaan bagi negara Indonesia. 

Siapa Ketua BPUPKI

BPUPKI ini terbentuk dengan awalnya kekalahan Jepang yang semakin jelas dalam perang pasifik. Tanggal 7 September 1944, Jenderal Kuniaki Koiso yang merupakan Perdana Menteri Jepang mengumumkan bahwa kelak Indonesia akan dimerdekakan setelah tercapainya kemenangan akhir perang Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. 

BPUPKI menjadi badan yang mempersiapkan kemerdekaan negara Indonesia dan resmi dibentuk tanggal 29 April 1945 yang bertepatan dengan ulang tahun dari Kaisar Jepang. Siapakah yang akan menjadi ketua BPUPKI? Dari golongan nasionalis tua, yakni Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat ditunjuk sebagai ketua dari BPUPKI dan didampingi 2 orang ketua muda / wakil ketua yang tidak lain adalah Raden Pandji Soeroso dan juga Ichibangase Yoshio. 

Baca Juga:  Apa Saja Syarat Sebuah Daerah Untuk Bisa Menerapkan E Budgeting

Bukan hanya menjadi ketua muda, Raden Pandji juga menjadi kepala kantor tata usaha dari BPUPKI yang dibantu oleh Masuda Toyohiko dan juga Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo. 

Siapa Sajakah Anggota BPUPKI

BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat memiliki anggota yang lumayan banyak, yakni 67 orang dengan 60 orang sebagai anggota aktif dan 7 orang lainnya adalah anggota istimewa. Anggota aktif ini merupakan tokoh utama dalam pergerakan nasional negara Indonesia yang berasal dari penjuru daerah dan juga berbagai macam aliran. 

Sedangkan anggota istimewa adalah perwakilan dari pemerintah pendudukan anggota militer Jepang yang tentunya wakil dari Jepang ini tidak memiliki hak suara / bisa disebut bahwa keanggotaan ini bersifat pasif dan hanya hadir sebagai pengamat dalam sidang BPUPKI.

Terlintas dari pertanyaan Jelaskan Pembentukan BPUPKI, bagian ketua dan anggota dari BPUPKI sudah menjadi bagian dari penjelasan arti BPUPKI. Anggota BPUPKI yang banyak ini tentu jika disebutkan seluruhnya akan sangat banyak dan memakan waktu. Namun untuk perwakilan anggota dari BPUPKI ini dapat anda lihat sebagai berikut :

  1. Muhammad Hatta
  2. Ir. Soekarno
  3. Mr. Muhammad Yamin
  4. Dr. Raden Buntaran Martoatmojo
  5. Dr. Samsi Sastrawidagda
  6. Haji A.A. Sanusi
  7. Haji Agus Salim

Apa Tugas BPUPKI

BPUPKI atau  Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan tentunya memiliki tugas yang penting dalam keberlangsungan kemerdekaan negara Indonesia. BPUPKI ini memiliki tugas yang penting seperti :

  1. Melakukan perumusan terkait rancangan dasar negara Indonesia
  2. Melakukan pembentukan panitia kecil yang menjadi sarana untuk menampung segala saran dan juga usul dari anggota BPUPKI
  3. Melakukan pembentukan panitia 9 untuk dapat menyusun rumusan dasar dari negara berdasarkan pandangan umum anggota BPUPKI
  4. Menghasilkan Jakarta Charter atau biasa dikenal dengan Piagam Jakarta
Baca Juga:  Apa Saja Manfaat yang Diperoleh Manusia dengan Ditemukannya Bola Lampu

Tentunya 4 tugas BPUPKI ini menjadi tugas yang sangat penting dan berpengaruh dalam pembentukan kemerdekaan negara Indonesia. Untuk itulah, dalam pelaksanaan tugas BPUPKI ini seluruh anggora akan melaksanakan tugasnya dengan maksimal agar memberikan hasil terbaik bagi negara Indonesia tercinta.

Bagaimana Proses Sidang Resmi yang Dilaksanakan BPUPKI

Dalam pelaksanaannya, BPUPKI tentu akan melewati berbagai macam halangan rintangan yang membentang. Namun rintangan tersebut akan dengan sangat antusias dilewati demi mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia. 

Dalam pelaksanaan tugas dan juga fungsinya, tentu BPUPKI akan menggelar sidang yang tujuannya memantapkan kemerdekaan negara Indonesia. BPUPKI mengadakan sidang resmi yang dilakukan sebanyak 2 kali. Untuk sidang resmi pertama digelar pada tanggal 29 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 dengan topiknya membahas tentang dasar negara Indonesia. Dalam sidang pertama ini, ada banyak sekali usulan anggota yang ditampung.

Untuk sidang kedua BPUPKI ini dilangsungkan pada tanggal 10 hingga 17 Juli tahun 1945 dengan topik pembahasan rancangan undang-undang dasar negara Republik Indonesia. Sidang kedua BPUPKI ini juga membentuk panitia seperti :

  1. Terbentuknya Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang tentunya diketuai oleh Presiden Pertama yakni Ir. Soekarno dengan memiliki 18 anggota
  2. Terbentuknya Panitia Pembela Tanah Air atau PETA yang diketuai oleh Tjokrosujoso dengan memiliki 22 anggota
  3. Terbentuknya Panitia Keuangan dan juga perekonomian negara yang diketuai oleh Drs. Moh. Hatta dengan memiliki 22 anggota
  4. Terbentuknya Panitia Penghalus Bahasa untuk diterapkan dalam Undang-Undang Dasar yang terdiri dari orang hebat seperti Husein Djajadiningrat, Haji Agus Salim, dan juga Prof Dr. Mr. Soepomo.

Di dalam rapatnya, tanggal 11 Juli 1945, isi dari Pembukaan UUD telah bulat disetujui oleh Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diambil dari asal Piagam Jakarta.

Baca Juga:  Jelaskan Tiga Teknik Penerapan Ragam Hias Diatas Bahan Tekstil

Jelaskan Singkat Proses Sidang yang Tidak Resmi Oleh BPUPKI 

Dalam proses kemerdekaan negara Indonesia, BPUPKI tentu mengadakan sidang resmi untuk menghasilkan tatanan negara yang hebat. Namun dalam BPUPKI juga ada sidang yang tidaklah resmi. Kok bisa? apa yang menyebabkan adanya sidang tidak resmi?

Sidang tidak resmi dari BPUPKI ini terjadi saat adanya masa persidangan resmi pertama dan sidang resmi kedua. Jadi bisa diartikan jika sidang tidak resmi dari BPUPKI ini terjadi dan diapit oleh 2 sidang resmi BPUPKI. Sidang tidak resmi ini dihadiri oleh beberapa anggota sejumlah 38 orang anggota BPUPKI dibawah pimpinan langsung Ir. Soekarno yang waktunya sebelum sidang resmi kedua BPUPKI yakni tanggal 10 Juli hingga 17 Juli 1945.

Sidang tidak resmi ini dapat terjadi karena belum adanya titik temu pada sidang resmi pertama yang mensepakatkan rumusan dasar dari Negara Republik Indonesia. Dalam sidang tidak resmi ini terbentuk Panitia 9 yang beranggotakan :

  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Mohammad Hatta
  3. Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
  4. Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H.
  5. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim
  6. Abdoel Kahar Moezakir
  7. Raden Abikusno Tjokrosoejoso
  8. Haji Agus Salim
  9. Mr. Alexander Andries Maramis

Nah dari pertemuan inilah muncul rumusan yang nantinya dikenal Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Jadi itulah tadi jawaban dari pertanyaan Jelaskan Pembentukan BPUPKI. Semoga bermanfaat dan Salam Merdeka!