Dunia Informasi untuk anda
Pepaya  

Mengenal Tanaman Pepaya Dan Cara Membedakan Biji Pepaya Jantan & Betina

Bagaimana cara membedakan biji pepaya jantan dan betina? Budidaya pepaya mempunyai potensi yang sangat menarik, satu di antaranya telah diterapkan oleh para petani organik yakni, panen dalam waktu yang cukup singkat. Bagi Anda yang berminat dengan usaha budidaya pepaya, cara membedakan biji merupakan salah satu hal penting yang harus Anda pahami. Simak informasi selengkapnya terkait budidaya pepaya dalam ulasan berikut!

Mengenal Apa itu Tanaman Pepaya

Memiliki nama latin Carica Papaya, tanaman buah ini dikenal sebagai salah satu tanaman buah tropis yang banyak sangat mudah dijumpai di Indonesia. Asal-muasal tanaman pepaya diyakini dari daerah tropis di Benua Amerika yang akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia.

Tahu akan manfaat dan khasiatnya yang begitu melimpah, tak sedikit orang memanfaatkan buah ini untuk dibudidayakan, tak terkecuali orang-orang Indonesia. Sebagian besar orang Indonesia, melakukan budidaya tanaman buah pepaya di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Kendati demikian, ketinggian lahan untuk budidaya pepaya optimalnya berkisar 50 s/d 700 mdpl.

Karakteristik Tanaman Pepaya

Tidak banyak orang tahu bahwa tanaman pepaya sejatinya menghendaki curah hujan sekitar 1000 sampai dengan 2000 mm per tahun dengan kondisi merata sepanjang tahun. Di daerah bermusim kering Pohon pepaya tetap dapat menghasilkan buah asalkan bantuan penyiraman yang diberikan berjalan dengan konsisten dan teratur.

Dalam budidayanya tanaman pepaya membutuhkan drainase yang sangat baik. Akar tanaman pepaya akan mengalami pembusukan jika terlalu lama tergenang di dalam air. Tak hanya itu, tanaman buah tropis ini juga menghendaki tanah gembur dengan porositas yang baik dan PH tanah sekitar 6-7. 

Baca Juga:  Ciri-ciri Tumbuhan Pepaya

Sifat yang Melekat pada Tanaman Pepaya

Memiliki batang berongga dan jaringan yang lunak, pepaya merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh sampai dengan 3 meter. Akar yang dimiliki oleh tanaman pepaya berjenis tunggang. Oleh karena itu pertumbuhan akarnya dangkal dan agak lemah. 

Tumbuhan ini akan berbunga pada bagian ketiak daun, baik dalam bentuk bunga tunggal maupun rangkaian. Tanaman ini memiliki jenis bunga yang berbeda-beda di antaranya adalah bunga jantan, betina, dan bunga sempurna. Bunga sempurna pada tanaman ini memiliki putik dan hermafrodit atau benang sari. 

Dari jenis bunga tersebut kemudian orang mengenal pohon pepaya jantan, betina, dan sempurna. Perlu Anda tahu, pohon pepaya jantan tidak akan pernah menghasilkan buah, sedang untuk pohon pepaya betina akan menghasilkan buah berbentuk bulat dan daging buahnya tipis. Jika Anda pernah menjumpai bentuk buah pepaya memanjang, itu berarti dihasilkan dari pohon pepaya sempurna. 

Tahap Budidaya Pepaya

Setelah berkenalan dengan pepaya dan menyelami sejumlah karakter beserta sifatnya, berikutnya adalah mengetahui tahapan-tahapan budidaya pepaya. Pertanyaan terkait bagaimana cara membedakan biji pepaya jantan dan betina juga akan Anda jumpai pada bagian ini. Berikut merupakan tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam budidaya pepaya:

1. Pemilihan Benih Pepaya

Tahukah Anda benih untuk budidaya pepaya didapatkan dari biji yang terseleksi. Untuk bisa mendapatkan pohon pepaya yang sempurna, pembudidaya harus teliti dan terampil dalam memilih calon benih. 

Benih pohon pepaya yang baik sebagian besar didapatkan dari pohon pepaya sempurna. Adapun ciri-ciri dari pohon pepaya sempurna di antaranya adalah:

  • Bentuk buahnya memanjang.
  • Pohon dan buahnya tidak cacat.
  • Tidak berpenyakit.
  • Buah matang pohon. 

Biji pepaya terdapat di dalam rongga buah, ada yang warnanya hitam dan ada yang warnanya pucat putih. Sebagai calon pembudidaya Anda harus tahu bahwa biji yang berwarna putih merupakan biji yang mati dan jika ditanam tidak akan bisa tumbuh. 

Baca Juga:  Proses Pematangan Buah Pepaya

Biji pepaya yang hitam dapat tumbuh menjadi pohon, namun hanya sekitar 25% s/d 50 % yang bisa tumbuh menjadi pohon sempurna. Hal itu tergantung dengan sifat genetisnya. 50% atau 75% sisanya akan menjadi pohon betina jantan dan betina.

Cara membedakan biji pepaya jantan dan betina, pilihlah biji yang tumbuh di ujung buah sebab, biji tersebut memiliki kemungkinan untuk tumbuh menjadi pohon pepaya yang sempurna dibanding dengan yang tumbuh di bagian pangkal. Untuk melakukan seleksi benih, sebaiknya Anda mengambil biji ada bagian ujung hingga tengah. Jangan ambil yang bij yang tumbuh di pangkal buah. 

2. Penyemaian Benih Pepaya

cara membedakan biji pepaya jantan dan betina
cara membedakan biji pepaya jantan dan betina

Usai memilah dan memilih biji dari dalam perut pepaya, berikutnya Anda wajib mengeringkan biji-biji pilihan tersebut. Setelah itu, benih yang masih kering perlu dikecambahkan terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Siapkan wadah untuk merendam kemudian rendam benih menggunakan air hangat kuku selama satu malam. 

Cara membedakan biji pepaya jantan dan betina, pilah dan pilihlah mana biji yang tenggelam dan mana yang mengapung di air. Siapkan lembaran tisu sebagai pembungkus, basahi tisu-tisu tersebut menggunakan air. Tebarkan biji di atas tisu, kemudian tutup atasnya dengan tisu serta basahi. Masukkan bungkusan benih pepaya tersebut dalam suatu wadah. Pilihlah wadah yang bisa tembus air. 

Jika sudah, letakkan wadah berisi biji pepaya tersebut di tempat yang terkena paparan sinar matahari, namun pilih yang tidak terlalu terik. Perkecambahan benih pepaya tersebut kira-kira memerlukan suhu 30 derajat celcius. Kemudian benih akan berkecambah usai melewati 7 sampai dengan 10 hari.

Jika benih sudah berkecambah dan menjadi bibit, pindahkan ke dalam polybag semai. Upayakan untuk meletakkan satu bibit pada satu polybag. Pilihlah polybag kecil dengan ukuran 9×10 cm. Sebelum meletakkan bibit, pastikan polybag tersebut berisi tanah yang dicampur dengan kompos, arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Baca Juga:  Cara Pemupukan Tanaman Pepaya California

3. Pindahkan Polybag ke Bilik Persemaian

Setelah bibit dipindahkan, basahi media untuk menjaga kelembaban bibit. Jika sudah, segera letakkan polybag-polybag berisi bibit ke bilik persemaian yang ternaungi. Naungan tersebut dapat dibuat dengan menggunakan paranet atau plastik bening.

Kenapa harus diberi Naungan? Naungan-naungan tersebut berfungsi melindungi bibit dari kucuran hujan, sengatan sinar matahari, dan terpaan angin yang mungkin dapat menghambat pertumbuhan bibit. Lebih kurang 2 sampai dengan 2,5 bulan kemudian, pindahkan bibit-bibit tersebut ke lahan terbuka.

4. Penanaman dan Pengolahan Tanah

Buat bedengan lebih kurang 2 meter  dengan terlebih dahulu membajak dan mencangkul lahan yang akan digunakan untuk budidaya pepaya. Sesuaikan panjangnya dan berikan jarak dengan kisaran 50 cm antar bedengan.

Adapun jarak tanam budidaya pepaya yakni kurang dari 0,2 Ha dengan jarak tanam 2 x 2 meter, 1-5 Ha dengan jarak tanam 2 x 2,5 meter, dan lebih dari 1 Ha dengan jarak tanam 3 x 3 meter. Buat lubang tanam dengan ukuran 50:50:40 cm. Upayakan untuk tidak membuat lubang tanam pada saat musim hujan. Biarkan lubang tersebut terbuka selama 1 sampai dengan 2 minggu, kemudian campurkan pupuk dasar dengan tanah bagian atas.  Demikian informasi terkait cara membedakan biji pepaya jantan dan betina serta cara budidaya tanaman buah pepaya. Ketika lubang tanam sudah siap untuk ditanami, pindahkan bibit-bibit pepaya ke dalam lubang tanam. Selanjutnya, lakukan perawatan secara rutin sampai tanaman Anda menghasilkan buah yang sempurna.