Dunia Informasi untuk anda

Translate Jawa (Ngoko, Krama Lugu, Krama Alus) – Indonesia

Tools translate lengkap Indonesia – Jawa (Ngoko, Krama Lugu, Krama Alus):

0 / 50.000 karakter

Hasil Translate:




Cara Menggunakan Translate Bahasa Jawa (Ngoko, Krama Lugu, Krama Alus) – Indonesia

Berikut cara mudah menggunakan Tools translate Bahasa Jawa-Indonesia dari IMTelkom Translator:

  1. Pilih bahasa untuk diterjemahkan. Terdapat 4 pilihan disini:
    • Translate Jawa ke Indonesia (Bisa ngoko, krama lugu, krama alus)
    • Translate Indonesia ke Jawa ngoko
    • Translate Indonesia ke Jawa Krama Lugu
    • Translate Indonesia ke Jawa Krama Alus
  2. Klik pada textarea atau kolom dibawahnya untuk menuliskan kata, paragraf atau kalimat dengan maksimal 50.000 karakter.
  3. Klik atau tekan tombol Translate.
  4. Hasil terjemahan akan keluar dibawah kata Hasil Translate

Catatan penting:

Jika anda menggunakan translate Indonesia ke Jawa Krama Alus mendapatkan hasil translate dengan tanda kurung siku [ ], hal tersebut diperuntukkan orang lain dengan umur atau derajat lebih tinggi daripada anda (misal: Kakek, Ayah, Ibu, dll). Sedangkan yang tidak di kurung siku, maka itu untuk anda. Contohnya sebagai berikut:

Indonesia: saya sedang tidur di kamar

Hasil Translate Jawa Krama Alus: kula saweg tilem[SARE] wonten kamar

  • untuk anda: kula saweg tilem wonten kamar
  • untuk orang lain: Bapak saweg sare wonten kamar
Translate bahasa jawa Ngoko, Krama Lugu, Krama Alus - Indonesia
Translate bahasa jawa Ngoko, Krama Lugu, Krama Alus – Indonesia

Belajar Kosa Kata di Bahasa Jawa

Tampik artinya dalam bahasa jawa

Tampik adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “ora nampa; ngemohi; ora gelem“. Ini adalah ungkapan yang digunakan untuk mendorong seseorang untuk menunjukkan semangat, percaya diri, dan keberanian. Kata ini muncul dari budaya Jawa yang merupakan salah satu dari budaya unik di Indonesia.

Arti golek bahasa jawa

Golek, sebuah kata yang berasal dari bahasa Jawa, adalah istilah yang berarti mencari atau menemukan. Dalam bahasa Jawa, istilah golek biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada proses pencarian sesuatu atau seseorang.

Arti leres dalam bahasa jawa

Arti leres dalam bahasa Jawa adalah benar, sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya, valid, dan dapat dipercaya. Kata leres berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kejujuran, keutuhan, dan kebenaran.

Pentingnya Belajar Bahasa Jawa

Bagi Anda yang memiliki keturunan Jawa atau ingin memperluas skill bahasa daerah, belajar bahasa Jawa adalah salah satu kegiatan yang dapat Anda lakukan. Ditambah lagi, sebenarnya belajar bahasa Jawa tak sesulit yang mungkin selama ini Anda bayangkan jika Anda menjajal cara dan tips belajar bahasa Jawa yang pas untuk Anda.

Akan tetapi, sebenarnya apa ya pentingnya belajar bahasa Jawa? Bukankah sebaiknya “tugas” menguasai bahasa Jawa diserahkan kepada masyarakat suku Jawa saja?

Seperti yang tentu sudah Anda ketahui, terdapat begitu banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahkan data menunjukkan bahwa total ada lebih dari 700 bahasa daerah yang digunakan masyarakat di Tanah Air, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Apabila bahasa tidak digunakan orang untuk berkomunikasi, bahasa tersebut bisa musnah. Oleh karena itu, Anda bisa melestarikan bahasa daerah dengan belajar menguasainya mulai dari bahasa Jawa yang sudah banyak digunakan. 

Ditambah lagi, belajar bahasa Jawa bisa jadi modal penting untuk menguasai dialek-dialek lainnya yang digunakan pada wilayah yang berbeda-beda di Pulau Jawa. Sebagai contoh, bahasa Jawa yang digunakan masyarakat di Yogyakarta memiliki perbedaan dengan bahasa Jawa yang digunakan masyarakat pesisir Pantura.

Mengenal Tingkatan Bahasa pada Bahasa Jawa

Salah satu hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami terlebih dahulu ketika belajar bahasa Jawa adalah tingkatan-tingkatan bahasanya. Soalnya, tingkatan bahasa yang digunakan saat berkomunikasi sangat bergantung pada siapa yang jadi lawan bicara Anda serta tingkatan pihak-pihak yang berkomunikasi secara sosial.

Dalam bahasa Jawa, setidaknya ada 2 (dua) kategori umum tingkatan bahasa yang digunakan: ngoko dan krama. Ketika Anda menggunakan alat translate Jawa sekalipun, kedua tingkatan tersebut juga perlu diperhatikan. Untuk mengenali perbedaan antara keduanya, Anda bisa simak dulu penjelasan singkat berikut ini.

1. Bahasa Jawa ngoko

Tingkatan pertama atau paling dasar dalam bahasa Jawa adalah bahasa Jawa ngoko. Secara garis besar, bisa dibilang bahwa Jawa ngoko merupakan tingkatan terbawah dan umumnya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang sudah sangat Anda kenal. 

Di samping itu, bahasa Jawa ngoko juga hanya bisa digunakan oleh orang yang tingkatan sosialnya lebih tinggi kepada orang yang tingkatan sosialnya lebih rendah. Artinya, Anda tidak bisa menggunakan Jawa ngoko kepada orang lain yang secara sosial punya tingkatan lebih tinggi, ataupun usianya lebih tua. Misalnya orang tua, kepala daerah, dan sebagainya.

Lebih lanjut, bahasa Jawa ngoko dibagi lagi ke dalam 2 (dua) jenis, yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Dari segi tingkatan, ngoko lugu ada di bawah ngoko alus sehingga dinilai sebagai tingkatan bahasa Jawa paling “kasar”. Dalam translate Jawa, biasanya ngoko lugu tidak diterjemahkan ke dalam Jawa krama.

2. Bahasa Jawa krama

Tingkatan berikutnya adalah bahasa Jawa krama. Nah, jika Anda berkomunikasi dengan orang yang usianya lebih tua, orang lain yang Anda hormati, atau orang dengan status sosial lebih tinggi, gunakan bahasa Jawa krama ini. Kalau Jawa ngoko dianggap sebagai bahasa Jawa yang kasar, Jawa krama ini dipandang sebagai bahasa Jawa yang lebih alus (halus).

Sama seperti bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa krama ini juga dibagi lagi ke dalam 2 (dua) jenis: krama lugu dan krama inggil. Krama lugu sendiri merupakan bahasa Jawa krama yang paling umum digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan menggunakan tata bahasa krama, yang sesekali masih menyelipkan frasa ngoko.

Sementara itu, bahasa Jawa krama inggil menempati tingkatan tertinggi dalam bahasa Jawa. Nah, krama inggil inilah yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, lebih tinggi tingkatan status sosialnya, hingga berbicara mengenai atau kepada kekuatan yang lebih besar (greater power) seperti Tuhan.

Oleh karena itu, Jawa krama inggil mengandung rasa meninggikan dan menghormati seseorang. Dalam penggunaannya, tingkatan yang satu ini tidak dapat digunakan untuk memarahi atau menghardik seseorang, sehingga sering juga disebut sebagai krama alus.

Tips Belajar Bahasa Jawa untuk Pemula

Sampai di sini, apakah Anda jadi semakin yakin beranggapan bahwa bahasa Jawa sulit dipelajari? Kalau iya, rasanya wajar jika Anda berpikir demikian. Terlebih lagi jika Anda bandingkan dengan bahasa Indonesia yang ragam tingkatnya tidak sekompleks bahasa Jawa.

Meski begitu, bukan berarti mustahil belajar bahasa Jawa walaupun Anda masih pemula sekalipun. Terlebih lagi, ada beberapa tips belajar bahasa Jawa yang bisa Anda ikuti dan lakukan untuk mempermudah prosesnya. Apa saja ya tipsnya?

1. Mulai dengan kosakata bahasa Jawa yang paling sering digunakan

Bagi Anda yang sudah belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, Anda tentu belajar cara memperkenalkan diri dan menyapa orang lain terlebih dahulu, kan? Nah, Anda bisa terapkan cara yang sama ketika Anda mulai belajar bahasa Jawa.

Kumpulkan berbagai kosakata bahasa Jawa yang paling sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian pelajari dan hafalkan. Misalnya untuk memperkenalkan diri Anda, mengucapkan sapaan seperti ‘selamat pagi’ dan ‘selamat malam’, dan sebagainya. Anda juga bisa mulai dari Jawa krama lugu terlebih dahulu yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

2. Bertanya dan latihan mengobrol dengan orang lain dalam bahasa Jawa

Dalam mempelajari bahasa, hafalan saja percuma jika tidak pernah Anda praktikkan. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda juga mempraktikkan bahasa Jawa yang telah Anda pelajari untuk melatih kemampuan Anda berkomunikasi secara verbal.

Agar hasil latihannya lebih maksimal, Anda bisa mulai berlatih dengan teman yang berasal dari Jawa ataupun yang memiliki skill bahasa Jawa baik. Dengan begitu, ia akan bisa langsung mengoreksi dan memberikan masukan jika Anda membuat kekeliruan.

Bagaimana jika Anda tidak memiliki teman yang berasal dari Jawa atau jago bahasa Jawa? Kalau begitu, Anda perlu tambah kenalan Anda. Misalnya Anda bisa minta dikenalkan oleh teman atau saudara, ataupun mencari relasi lewat media sosial.

3. Gunakan internet untuk belajar secara gratis

Saat ini, Anda sebenarnya bisa belajar bahasa apapun secara gratis berkat adanya internet. Mulai dari materi teori bahasa seperti tata bahasa dan kosakata, hingga pelafalan dan komunikasi verbal, semua materi tersebut bisa Anda temukan di internet.

Cari dan manfaatkan berbagai website, blog, ataupun channel YouTube belajar bahasa Jawa yang bisa Anda akses secara gratis. Anda juga bisa manfaatkan tool translate Jawa online untuk membantu Anda menambah kosakata ataupun mencari arti dari istilah bahasa Jawa yang belum pernah Anda kenal sebelumnya.

Seperti yang barangkali sudah Anda harapkan, tentu Anda tidak akan bisa langsung menguasai bahasa Jawa hanya dalam hitungan hari. Meski begitu, selama Anda konsisten melakukannya, Anda tentu bisa mengalami perkembangan yang signifikan dari hari ke hari. Itu tadi rangkuman tips belajar bahasa Jawa yang bisa Anda terapkan sebagai pemula sekalipun. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

Mengenal IMTelkom Translator

IMTelkom Translator merupakan tools translate (terjemahanan) dalam 110 bahasa sebagai alternatif google translate, termasuk translate bahasa jawa. Tools ini dapat digunakan secara gratis sebagaimana google translate, namun akurasi hasil terjemahan di atas rata-rata tools milik Google. Jika dirasa hasil translate halaman ini kurang akurat, anda bisa mencoba tools terbaru kami di halaman berikut.

Jika anda menemukan error atau ada hal-hal yang perlu dikonfirmasi, anda dapat menghubungi kami melalui [email protected] .